BAB I
Ilmu social dasar ( ISD ) adalah
ilmu pengetahuan yang menelaah masalah – masalah social yang timbul dan
berkembang, khususnya yang diwujudkan oleh warga Indonesia dengan menggunakan
pengertian-pengertian (fakta, konsep, teori) yang berasal dari berbagai bidang
pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu social. pengetahuan yg menelaah
masalah2 sosial, khususnya masalah – masalah yg diwujudkan oleh masyarakat
Indonesia, dengan menggunakan Teori – teori yg berasal dari berbagai bidang pengetahuan
keahlian dalam lapangan ilmu – ilmu sosial (seperti Geografi Sosial, Sosiologi,
Antropologi Sosial, Ilmu Politik, Ekonomi, Psikologi Sosial dan Sejarah)
Tujuan
ISD
ISD membantu perkembangan wawasan
penalaran dan kepribadian mahasiswa agar memperoleh wawasan yg lebih luas dan
ciri – ciri kepribadian yg diharapkan dari sikap mahasiswa, khususnya berkenaan
dengan sikap dan tingkah laku manusia dlm menghadapi manusia lain, serta sikap
dan tingkah laku manusia – manusia lain terhadap manusia yg bersangkutan secara
timbal balik.
ISD juga merupakan suatu usaha yang dapat diharapkan
memberikan pengetahuan umum dan pengetahuan dasar tentang konsep2 yg
dikembangkan untuk melengkapi gejala – gejala sosial agar daya tanggap (tanggap
nilai), persepsi dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan sosial
dapat ditingkatkan, sehingga kepekaan mahasiswa pada lingkungan sosialnya
menjadi lebih besar.
Tujuan IPS
Sama halnya tujuan dalam bidang-bidang yang
lain, tujuan pembelajaran IPS bertumpu pada tujuan yang lebih tinggi. Secara
hirarki, tujuan pendidikan nasional pada tataran operasional dijabarkan dalam
tujuan institusional tiap jenis dan jenjang pendidikan. Selanjutnya pencapaian
tujuan institusional ini secara praktis dijabarkan dalam tujuan kurikuler atau tujuan
mata pelajaran
pada setiap bidang studi dalam kurikulum, termasuk bidang studi IPS.
Akhirnya tujuan kurikuler secara praktis operasional dijabarkan dalam tujuan instruksional atau tujuan pembelajaran.
pada setiap bidang studi dalam kurikulum, termasuk bidang studi IPS.
Akhirnya tujuan kurikuler secara praktis operasional dijabarkan dalam tujuan instruksional atau tujuan pembelajaran.
Sub bahasan ini dibatasi pada uraian tujuan kurikuler bidang studi
IPS.Tujuan kurikuler IPS yang harus dicapai sekurang-kurangnya meliputi hal-hal
berikut:
·
membekali peserta didik dengan pengetahuan sosial yang berguna dalam
kehidupan masyarakat;
·
membekali peserta didik dengan kemapuan mengidentifikasi, menganalisa
dan menyusun alternatif pemecahan masalah sosial yang terjadi dalam kehidupan
di masyarakat;
·
membekali peserta didik dengan kemampuan berkomunikasi dengan
sesama warga masyarakat dan dengan berbagai bidang keilmuan serta
berbagai keahlian;
sesama warga masyarakat dan dengan berbagai bidang keilmuan serta
berbagai keahlian;
·
membekali peserta didik dengan kesadaran, sikap mental yang positif,
dan keterampilan terhadap lingkungan hidup yang menjadi bagian
kehidupannya yang tidak terpisahkan; dan
kehidupannya yang tidak terpisahkan; dan
·
membekali peserta didik dengan kemampuan mengembangkan
pengetahuan dan keilmuan IPS sesuai dengan perkembagan kehidupan,
perkembangan masyarakat, dan perkembangan ilmu dan teknologi.
Kelima tujuan di atas harus dicapai dalam pelaksanaan kurikulum IPS di
berbagai lembaga pendidikan dengan keluasan, kedalaman dan bobot yang sesuai dengan jenis dan jenjang pendidikan yang dilaksanakan.
pengetahuan dan keilmuan IPS sesuai dengan perkembagan kehidupan,
perkembangan masyarakat, dan perkembangan ilmu dan teknologi.
Kelima tujuan di atas harus dicapai dalam pelaksanaan kurikulum IPS di
berbagai lembaga pendidikan dengan keluasan, kedalaman dan bobot yang sesuai dengan jenis dan jenjang pendidikan yang dilaksanakan.
Pengelompokan Bidang Ilmu pengetahuan
Penjelasan Ilmu Pengetahuan Alam
adalah istilah yang digunakan yang merujuk pada rumpun ilmu dimana obyeknya
adalah benda-benda alam dengan hukum-hukum yang pasti dan umum, berlaku kapan
pun dimana pun. sedangkan dari sisi Ilmu Alamiah Dasar adalah mempelajari
tentang metode - metode ilmu kealaman dalam menjelaskan gejala - gejala alam
secara lebih filosofis.
Penjelasan Ilmu Pengetahuan Sosial
adalah sekelompok disiplin akademis yang mempelajari aspek-aspek yang
berhubungan dengan manusia dan lingkungan sosialnya. Sedangkan Ilmu Sosial
Dasar adalah pengetahuan yang menelaah masalah - masalah sosial, khususnya
masalah - masalah yang diwujudkan oleh masyarakat Indonesia, dengan menggunakan
teori - teori seperti (fakta, konsep, teori) yang berasal dari berbagai bidang
pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu - ilmu sosial seperti (Geografi
Sosial, Sosiologi, Antropologi Sosial, Ilmu Politik, Ekonomi, Psikologi Sosial
dan Sejarah).
Penjelasan Ilmu Pengetahuan
Budaya adalah ilmu-ilmu pengetahuan yang dianggap bertujuan membuat manusia
lebih manusiawi, dalam arti membuat manusia lebih berbudaya. Kategori yang
tergolong dalam ilmu ini seperti (Teologi, Filsafat,H ukum, Sejarah, Filologi,
Bahasa, Budaya & Linguistik (Kajian bahasa), Kesusastraan, Kesenian,
Psikologi). Sedangkan Ilmu Budaya Dasar adalah suatu ilmu yang mempelajari
dasar dasar kebudayaan pola yang terjadi dalah kehidupan sehari - hari dalam
manusia.
Hubungan
ISD dengan IPS
Ilmu Sosial Dasar (ISD) dan Ilmu
Pengetahuan Sosial (IPS) kedua-duanya mempunyai persamaan dan perbedaan.
Adapun persamaan antara keduanya adalah :
·
Kedua-duanya merupakan bahan studi untuk kepentingan
program pendidikan/pengajaran.
·
Keduanya bukan disiplin ilmu yang berdiri sendiri.
·
Keduanya mempunyai materi yang terdiri dari kenyataan
sosial dan masalah sosial.
Adapun perbedaan antara keduanya adalah :
·
Ilmu Sosial Dasar diberikan di Perguruan Tinggi,
sedang Ilmu Pengetahuan Sosial diberikan di Sekolah Dasar dan Sekolah Lanjutan.
·
Ilmu Sosial Dasar merupakan satu matakuliah tunggal,
sedang Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan kelompok dari sejumlah mata pelajaran
(untuk sekolah lanjutan).
·
Ilmu Sosial Dasar diarahkan kepada pembentukan sikap
dan kepribadian, sedang Ilmu Pengetahuan Sosial diarahkan kepada pembentukan
pengetahuan dan ketrampilan intelektual.
Ruang
Lingkup ISD
ISD meliputi dua kelompok utamam,
studi manusia dan masyarakat dan studi lembaga – lembaga sosial. yg terutama
terdiri atas psikologi, sosiologi, dan antropologi, sedang yg kemudian terdiri
atas ekonomi dan politik.
Sasaran STUDI ISD adalah aspek – aspek yg paling dasar
yg ada dalam kehidupan manusia sebagai makhluk sosial dan masalah – masalah yg
terwujud dari padanya.
Materi Ilmu Sosial Dasar terdiri
atas masalah-masalah sosial. Untuk dapat menelaah masalah-masalah sosial,
hendaknya terlebih dahulu kita dapat mengindentifikasi kenyataankenyataan
sosial dan memahami sejumlah konsep sosial tertentu. Sehingga dengan demikian
bahan pelajaran Ilmu Sosial Dasar dapat dibedakan atas tiga golongan yaitu,
·
Kenyataan-kenyataan sosial tersebut sering ditanggapi
secara berbeda oleh para ahli ilmu-ilmu sosial, karena adanya perbedaan latar
belakang disiplin ilmu atau sudut pandangannya. Dalam Ilmu Sosial Dasar kita
menggunakan pendekatan interdisiplin/multidisiplin.
·
Konsep-konsep sosial atau pengertian-pengertian
tentang kenyataankenyataan sosial dibatasi pada konsep dasar atau elementer
saja yang sangat diperlukan untuk mempelajari masalah-masalah sosial yang
dibahas dalam Ilmu Pengetahuan sosial.Sebagai contoh dari konsep dasar semacam
itu misalnya konsep “keanekaragaman” dan kosep “Kesatuan sosial”. Bertolak dari
kedua konsep tersebut di atas, maka dapat kita pahami dan sadari bahwa di dalam
masyarakat selalu terdapat :
·
Masalah-masalah sosial yang timbul dalam masyarakat,
biasanya terlibat dalam berbagai kenyataan-kenyataan sosial yang antara satu
dengan lainnya saling berkaitan.
Tiga Golongan Bahan Pelajaran ISD
Bahan pelajaran Ilmu
Sosial Dasar dapat dibedakan menjadi 3 golongan yaitu :
a.
Konsep-konsep sosial dibatasi pada
konsep dasar atau elementer saja yang sangat diperlukan untuk mempelajari
masalah-masalah sosial yang dibahas dalam Ilmu Pengetahuan Sosial
b.
Masalah-masalah sosial yang timbul dalam
masyarakat, biasanya terlibat dalam berbagai kenyataan-kenyataan sosial yang
antara satu dengan yang lain saling berkaitan
c.
Kenyataan sosial yang ada dalam
masyarakat secara bersama-sama merupakan masalah sosial tertentu.
Kenyataan-kenyataan
sosial tersebut sering ditanggapi secara berbeda oleh para ahli ilmu-ilmu
sosial, karena adanya perbedaan latar belakang disiplin ilmu atau sudut
pandangnya. Dalam Ilmu Sosial Dasar kita menggunakan pendekatan.
BAB II
PERTUMBUHAN PENDUDUK
Tabel Perkembangan penduduk dunia
Perkembangan penduduk dunia tahun 1830 – 2006
|
Tahun
|
Jumlah penduduk
|
Perkembangan pertahun
|
|
1830
|
1 milyard
|
-
|
|
1930
|
2 milyard
|
1%
|
|
1960
|
3 milyard
|
1,7%
|
|
1975
|
4 milyard
|
2,2%
|
|
1987
|
5 milyard
|
2%
|
|
1996
|
6 milyard
|
2%
|
|
1996
|
7 milyard
|
2%
|
Sumber : Iskandar , Does Sampurno Masalah Pertambahan
Penduduk di Indonesia
Bisa kita lihat rata – rata setiap negera penduduknya
bisa bertambah hingga 2x lipatnya. Lalu perkembangan penduduk dunianya
bertambah hingga 3x lipatnya. Itu berarti penduduk dunia sangat pesat
pertumbuhannya.
Tabel Pengandaan Penduduk Dunia
|
Tahun penggandaan
|
Perkiraan penduduk dunia
|
Waktu
|
|
800 SM
|
5 juta
|
-
|
|
1650 tahun
|
500 juta
|
1500
|
|
1830 tahun
|
1 milyard
|
180
|
|
1930 tahun
|
2 milyard
|
100
|
|
1975 tahun
|
4 milyard
|
45
|
Sumber : Ehrlich, Paul, R, et al, Human Ecology W.H.
Freeman and Co San Fransisco.
Menggunakan interpolasi linear dari perkiraan UNDESA,
populasi dunia telah meningkat dua kali lipat atau akan dua kali lipat dalam
tahun-tahun berikutnya (dengan dua titik tolak yang berbeda). Perhatikan
bagaimana, selama 2 milenium, menggandakan masing-masing mengambil kira-kira
setengah selama dua kali lipat sebelumnya, pas model pertumbuhan hiperbolik
disebutkan di atas. Namun, tidak mungkin bahwa akan ada penggandaan lain dalam
abad ini.
Faktor-Faktor Demografi yang Mempengaruhi Pertambahan
Penduduk
1. Kematian
Kematian adalah hilangnya tanda-tanda kehidupan manusia secara permanen. Kematian bersifat mengurangi jumlah penduduk dan untuk menghitung besarnya angka kematian caranya hampir sama dengan perhitungan angka kelahiran. Banyaknya kematian sangat dipengaruhi oleh faktor pendukung kematian dan faktor penghambat kematian
Kematian adalah hilangnya tanda-tanda kehidupan manusia secara permanen. Kematian bersifat mengurangi jumlah penduduk dan untuk menghitung besarnya angka kematian caranya hampir sama dengan perhitungan angka kelahiran. Banyaknya kematian sangat dipengaruhi oleh faktor pendukung kematian dan faktor penghambat kematian
2. Kelahiran
Kelahiran bersifat menambah jumlah penduduk. Ada beberapa faktor yang menghambat kelahiran dan yang mendukung kelahiran
Kelahiran bersifat menambah jumlah penduduk. Ada beberapa faktor yang menghambat kelahiran dan yang mendukung kelahiran
3. Imigrasi
apabila setiap penduduk pindah ke kota dan mereka menjadikan ktp menjadi dua
maka akan sulit apabila di data tidak akan terpenuhi akan sulit mendata
penduduk dengan data pasti.
Rumus Tingkat Kematian Kasar
CDR = D/P x K
Ket :
CDR :
Crude Death Rate (Angka Kematian Kasar).
D :
Jumlah kematian (death) pada tahun tertentu
P :
Jumlah penduduk pada pertengahan tahun tertentu
K :
Bilangan konstan 1000
Rumus Tingkat Kematian Khusus
ASDRx = Dx/Px x K
Ket :
ASDRx :
Angka Kematian khusus umur tertentu (x)
Dx :
Jumlah Kematian pada umur tertentu selama satu tahun
Px :
Jumlah Penduduk pada umur tertentu
K :
Bilangan konstan 1000
Angka Kelahiran
Angka kelahiran adalah angka yang
menunjukkan bayi yang lahir dari setiap 1000 penduduk per tahun. Angka
kelahiran bayi dapat dibagi menjadi tiga kriteria, yaitu:
·
Angka kelahiran dikatakan tinggi jika angka kelahiran
> 30 per tahun.
·
Angka kelahiran dikatakan sedang jika angka kelahiran
20-30 per tahun.
·
Angka kelahiran dikatakan rendah jika angka
kelahiran < 20 per tahun.
Pengertian dan Akibat Migrasi
Secara umum Migrasi adalah
perpindahan penduduk dengan tujuan untuk menetap dari suatu tempat ke tempat
lain melewati batas administratif (migrasi internal) atau batas politik/negara
(migrasi internasional). Dengan kata lain, migrasi diartikan sebagai perpindahan
yang relatif permanen dari suatu daerah (negara) ke daerah (negara) lain.
Ada dua dimensi penting dalam penalaahan migrasi,
yaitu dimensi ruang/daerah (spasial) dan dimensi waktu.
Tinjauan migrasi secara regional
sangat penting dilakukan terutama terkait dengan kepadatan dan distribusi
penduduk yang tidak merata.Migrasi salah satu dari tiga komponen dasar dalam
demografi, Migrasi bersama dengan dua komponen lainnya, kelahiran dan kematian,
mempengaruhi dinamika kependudukan di suatu wilayah.
Berikut ini adalah akibat yang muncul dari migrasi :
·
Pengaruh Kepadatan Penduduk terhadap Bidang Ekonomi
Dampak kepadatan penduduk terhadap ekonomi adalah pendapatan per kapita berkurang sehingga daya beli masyarakat menurun. Hal ini juga menyebabkan kemampuan menabung masyarakat menurun sehingga dana untuk pembangunan negara berkurang. Ak ibatnya, lapangan kerja menjadi berkurang dan pengangguran makin meningkat.
Dampak kepadatan penduduk terhadap ekonomi adalah pendapatan per kapita berkurang sehingga daya beli masyarakat menurun. Hal ini juga menyebabkan kemampuan menabung masyarakat menurun sehingga dana untuk pembangunan negara berkurang. Ak ibatnya, lapangan kerja menjadi berkurang dan pengangguran makin meningkat.
·
Pengaruh Kepadatan Penduduk terhadap Bidang Sosial
Jika
lapangan pekerjaan berkurang, maka pengangguran akan men ingkat. Hal ini akan
meningkatkan kejahatan. Selain itu, terjadinya urbanisasi atau perpindahan
penduduk dari desa ke kota untuk mendapatkan pekerjaan yang layak makin
meningkatkan penduduk kota. Hal ini berdampak pada lingkungan dan kesehatan
masyarakat.
·
Pengaruh Kepadatan Penduduk terhadap Lingkungan
Jumlah
penduduk yang makin meningkat menyebabkan kebutuhannya makin meningkat pula.
Hal ini berdampak negatif pada lingkungan, yaitu:
Pencemaran Lingkungan Pencemaran
atau polusi adalah penambahan segala substansi ke lingkungan akibat aktivitas
manusia.
Macam-Macam Migrasi dan Proses Migrasi
Berikut adalah macam-macam migrasi :
1. Emigrasi
adalah perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara lain.
2. Imigrasi
adalah masuknya penduduk ke dalam suatu daerah negara
tertentu.
tertentu.
3. Urbanisasi
adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota.
4. Transmigrasi
adalah perpindahan penduduk antarpulau dalam suatu negara.
5. Remigrasi
adalah kembalinya penduduk ke negara asal setelah beberapa lama berada di
negara orang lain.
Proses Migrasi Penduduk dari Asal ke Daerah Tujuan :
1. Dalam
memilih daerah tujuan para imigran cenderung memilih daerah yang terdekat
dengan daerah asal
2. Kurangnya
kesempatan kerja didaerah asal dan adanya kesempatan kerja didaerah tujuan
merupakan salah satu alasan seseorang melakukan mobilitas penduduk
3. Informasi
yang positif dari sanak saudara, kerabat tentang daerah tujuan, merupakan
sumber informasi yang penting dalam pengambilan keputusan seseorang untuk
berimigrasi
4. Informasi
yang negatif yang dating ari daerah tujuan, menyebabkan orang enggan untuk
berimigrasi
5. Makin besar
pengaruh daerah perkotaan terhadap seseorang, makin tinggi frekuensi mobilitas
orang tersebut
6. Makin tinggi
pendapatan seseorang, makin tinggi frekuensi mobilitas orang tersebut
7. Seseorang
akan memilih daerah tujuan dimana terdapat sanak saudara atau kenalan yang
berada didaerah tersebut
8. Migrasi
masih akan terjadi apabila di suatu daerah ada bencana alam (banjir, gempa bumi
dll)
9. Orang yang
berumur muda dan belum berumah tangga lebih banyak mengadakan mobilitas
daripada orang yang sudah berusia lanjut dan berstatus kawin
10. Makin tinggi
pendidikan seseorang, makin banyak melaksanakan mobilitas penduduk
Jenis Struktur Penduduk
1. Jumlah
Penduduk : Urbanisasi, Reurbanisasi, Emigrasi, Imigrasi, Remigrasi,
Transmigrasi.
2. Persebaran
Penduduk : Kepadatan penduduk adalah jumlah penduduk disuatu wilayah
dibandingkan dengan luas wilayahnya yang dihitung jiwa per km kuadrat.
3. Komposisi
Penduduk : Merupakan sebuah mata statistik dari statistik kependudukan yang
membagi dan membahas masalah kependudukan dari segi umur dan jenis kelamin.
Bentuk Piramida Penduduk
·
Piramida penduduk muda berbentuk limas
Piramida ini menggambarkan jumlah penduduk usia muda
lebih besar dibanding usia dewasa. Jumlah angka kelahiran lebih besar
daripada jumlah kematian. Contoh Negara : India, Brazilia,
Indonesia.
·
Piramida penduduk stasioner atau tetap berbentuk
granat
Bentuk ini menggambarkan jumlah penduduk usia muda
seimbang dengan usia dewasa. Tingkat kematian rendah dan tingkat
kelahiran tidak begitu tinggi. Contoh Negara : Swedia, Belanda,
Skandinavia.
·
Piramida penduduk tua berbentuk batu nisan
Piramida bentuk ini menunjukkan jumlah penduduk usia
muda lebih sedikit bila dibandingkan dengan usia dewasa. Jika angka
kelahiran jenis pria besar, maka suatu negara bisa kekurangan penduduk. Contoh
Negara : Jerman, Inggris, Belgia, Prancis.
Pengertian Rasio Ketergantungan
Rasio Ketergantungan adalah
perbandingan antara jumlah penduduk berumur 0-14 tahun, ditambah dengan jumlah
penduduk 65 tahun keatas dibandingkan dengan jumlah penduduk usia 15-64 tahun.
Rasio ketergantungan dapat dilihat menurut usia yakni Rasio Ketergantungan Muda
dan Rasio Ketergantungan Tua. Rasio ketergantungan dapat digunakan sebagai
indikator yang secara kasar dapat menunjukkan keadaan ekonomi suatu negara
apakah tergolong negara maju atau negara yang sedang berkembang. Semakin
tingginya persentase rasio ketergantungan menunjukkan semakin tingginya beban
yang harus ditanggung penduduk yang produktif untuk membiayai hidup penduduk
yang belum produktif dan tidak produktif lagi.
KEBUDAYAAN DAN KEPRIBADIAN
Pertumbuhan dan Perkembangan Kebudayaan di Indonesia
·
Zaman Batu Tua (Palaeolithikum)
Alat-alat batu pada zaman batu tua,
baik bentuk ataupun permukaan peralatan masih kasar, misalnya kapak genggam
Kapak genggam semacam itu kita kenal dari wilayah Eropa, Afrika, Asia Tengah,
sampai Punsjab(India), tapi kapak genggam semacam ini tidak kita temukan di
daerah Asia Tenggara
Berdasarkan penelitian para ahli prehistori,
bangsa-bangsa Proto-Austronesia pembawa kebudayaan Neolithikum berupa kapak
batu besar ataupun kecil bersegi-segi berasal dari Cina Selatan, menyebar ke
arah selatan, ke hilir sungai-sungai besar sampai ke semenanjung Malaka Lalu
menyebar ke Sumatera, Jawa. Kalimantan Barat, Nusa Tenggara, sampai ke Flores,
dan Sulawesi, dan berlanjut ke Filipina.
·
Zaman Batu Muda (Neolithikum)
Manusia pada zaman batu muda telah
mengenal dan memiliki kepandaian untuk mencairkan/melebur logam dari biji besi
dan menuangkan ke dalam cetakan dan mendinginkannya. Oleh karena itulah mereka
mampu membuat senjata untuk mempertahankan diri dan untuk berburu serta membuat
alat-alat lain yang mereka perlukan.
Ciri – ciri zaman batu muda :
1. Mulai menetap dan membuat rumah
2. Membentuk kelompok masyarakat desa
3. Bertani
4. Berternak untuk memenuhi kebutuhan hidup
Bangsa-bangsa Proto-austronesia yang
masuk dari Semenanjung Indo-China ke Indonesia itu membawa kebudayaan Dongson,
dan menyebar di Indonesia. Materi dari kebudayaan Dongson berupa
senjata-senjata tajam dan kapak berbentuk sepatu yang terbuat dari bahan
perunggu.
Kebudayaan Hindu, Budha, dan Islam
·
Kebudayaan Hindu, Budha
Pada abad ke-3 dan ke-4 agama hindu
mulai masuk ke Indonesia di Pulau Jawa. Perpaduan atau akulturasi antara
kebudayaan setempat dengan kebudayaan. Sekitar abad ke 5 ajaran Budha masuk ke
indonesia, khususnya ke Pulau Jawa. Agama Budha dapat dikatakan berpandangan
lebih maju dibandingkan Hinduisme,sebab budhisme tidak menghendaki adanya kasta-kasta
dalam masysrakat. Walaupun demikian, kedua agama itu di Indonesia, khususnya di
Pulau Jawa tumbuh dan berdampingan secara damai. Baik penganut hinduisme maupun
budhisme masng-masing menghasilkan karya- karya budaya yang bernilai tinggi
dalam seni bangunan, arsitektur, seni pahat, seni ukir, maupun seni sastra,
seperti tercermin dalam bangunan, relief yang diabadikan dalam candi-candi di
Jawa Tengah maupun di Jawa Timur diantaranya yaitu Borobudur, Mendut,
Prambanan, Kalasan, Badut, Kidal, Jago, Singosari, dll.
·
Kebudayaan Islam
Abad ke 15 da 16 agama islam telah
dikembangkan di Indonesia, oleh para pemuka-pemuka islam yang disebut
Walisongo. Titik penyebaran agama Islam pada abad itu terletak di Pulau Jawa.
Sebenarnya agama Islam masuk ke Indonesia, khususnya di Pulau Jawa sebelum abad
ke 11 sudah ada wanita islam yang meninggal dan dimakamkan di Kota Gresik.
Masuknya agama Islam ke Indonesia berlangsung secara damai. Hal ini di karena
masuknya Islam ke Indonesia tidak secara paksa.
Abad ke 15 ketika kejayaan maritim
Majapahit mulai surut , berkembanglah negara-negara pantai yang dapat
merongrong kekuasaan dan kewibawaan majapahit yang berpusat pemerintahan di
pedalaman. Negara- negara yang dimaksud adalah Negara malaka di Semenanjung
Malaka,Negara Aceh di ujung Sumatera, Negara Banten di Jawa Barat, Negara Demak
di Pesisir Utara Jawa Tengah, Negara Goa di Sulawesi Selatan . Dalam proses
perkembangan negara-negara tersebut yang dikendalikan oleh pedagang. Pedagang
kaya dan golongan bangsawan kota- kota pelabuhan, nampaknya telah terpengaruh
dan menganut agama Islam. Daerah-daerah yang belum tepengaruh oleh kebudayaan
Hindu, agama Islam mempunyai pengaruh yang mendalam dalam kehidupan penduduk.
Di daerah yang bersangkutan. Misalnya Aceh, Banten, Sulawesi Selatan, Sumatera
Timur, Sumatera Barat, dan Pesisr Kalimantan.
Kebudayaan Barat
Unsur kebudayaan barat juga memberi
warna terhadap corak lain dari kebudayaan dan kepribadian bangsa Indonesia
adalah kebudayaan Barat. Masuknya budaya Barat ke Negara Republik Indonesia
ketika kaum kolonialis atau penjajah masuk ke Indonesia, terutama bangsa
Belanda. Penguasaan dan kekuasaan perusahaan dagang Belanda (VOC) dan berlanjut
dengan pemerintahan kolonialis Belanda, di kota-kota propinsi, kabupaten muncul
bangunan-bangunan dengan bergaya arsitektur Barat. Dalam waktu yang sama,
dikota-kota pusat pemarintahan, terutama di Jawa, Sulawesi Utara, dan Maluku
berkembang dua lapisan sosial ; Lapisan sosial yang terdiri dari kaum buruh,
dan kaum pegawai.
Sehubungan dengan itu penjelasan
UUD’45 memberikan rumusan tentang kebudayaan memberikan rumusan tentang
kebudayaaan bangsa Indonesia adalah: kebudayaan yang timbul sebagai buah usaha
budi rakyat Indonesia seluruhnya, termasuk kebudayaan lama dan asli yang ada
sebagai puncak kebudayaan di daerah-daerah di seluruh Indonesia. Dalam
penjelasan UUD’45 ditujukan ke arah mana kebudayaan itu diarahkan, yaitu menuju
kearah kemajuan budaya dan persatuan, dengan tidak menolak bahan baru
kebudayaan asing yang dapat mengembangkan kebudayaan bangsa sendiri serta
mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Indonesia.
BAB III
PERTUMBUHAN INDIVIDU
A. Pengertian Individu
“Individu” berasal dari kata latin.
“Individuum” artinya “yang tak terbagi”. Jadi, merupakan suatu sebutan yang
dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas.
Individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan khas di dalam
lingkungan sosialnya, melainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah
laku spesifik dirinya.
Individu menurut konsep Sosiologis berarti manusia
yang hidup berdiri sendiri. Individu sebagai mahkluk ciptaan Tuhan di dalam
dirinya selalu dilengkapi oleh kelengkapan hidup yang meliputi raga, rasa,
rasio, dan rukun.
Ø Raga
Merupakan bentuk jasad manusia yang
khas yang dapat membedakan antara individu yang satu dengan yang lain,
sekalipun dengan hakikat yang sama
Ø Ras
Merupakan perasaan manusia yang
dapat menangkap objek gerakan dari benda-benda isi alam semesta atau perasaan
yang menyangkut dengan keindahan
Ø Rasio
atau akal pikiran, merupakan
kelengkapan manusia untuk mengembangkan diri, mengatasi segala sesuatu yang
diperlukan dalam diri tiap manusia dan merupakan alat untuk mencerna apa yang
diterima oleh panca indera.
Ø Rukun atau pergaulan hidup
merupakan bentuk sosialisasi dengan
manusia dan hidup berdampingan satu sama lain secara harmonis, damai dan saling
melengkapi. Rukun inilah yang dapat membantu manusia untuk membentuk suatu
kelompok social yang sering disebut masyarakat
B. Pengertian Pertumbuhan
Makna dari pertumbuhan berbeda
dengan makna dari perkembangan. namun kedua proses tersebut selalu berjalan
seiringan. Keduanya juga merupakan proses biologis yang sulit untuk dipisahkan.
namun demikian, antara pertumbuhan dan perkembangan bisa dibedakan dengan cara
melihat perubahan ukuran yang terjadi pada makhluk hidup.
Berikut ini adalah pengertian dan definisi
pertumbuhan:
Ø OMAN
KARNMANA
Pertumbuhan merupakan proses bertambahnya
jumlahprotoplasma sel pada suatu organisme, biasanya disertai dengan
pertambahan ukuran, berat, serta jumlah sel yang bersifat tidak kembali pada
keadaan semula
Ø DIAH
ARYULINA DKK
Pertumbuhan merupakan perubahan yang terjadi pada
makhluk hidup yang meliputi pertambahan ukuran tubuh.
Ø WONG, 2000
Pertumbuhan merupakan bertambahnya jumlah dan besarnya
sel di seluruh bagian tubuh yang secara kuantitatif dapat diukur.
Ø WISMOADY
WAHONO
Pertumbuhan adalah proses yang mencakup pertambahan
dalam jumlah dan ukuran, keluasan dan kedalaman, dan sekaligus pertambahan
dalam arti integrasi, saling keterhubungan dan kompleksitas.
Ø FIKTOR
FERDINAND P. & MOEKTI ARIWIBOWO
Pertumbuhan adalah pertambahan ukuran volume, massa,
tinggi, atau ukuran lainnya yang dapat dinyatakan dalam bilangan atau secara
kuantitatif.
Ø TIM BIOLOGI
Pertumbuhan adalah proses penambahan volume tubuh
makhluk hidup yang sifatnya tidak bisa kembali ke keadaan semula. Penambahan disebabkan
adanya penambahan jumlah dan volume sel, karena adanya pembelahan mitosis dan
pembesaran sel.
Ø MIKRAJUDDI,
DKK
Pertumbuhan adalah peristiwa perubahan biologis yang
terjadi pada mahluk hidup berupa perubahan ukuran yang bersifat
ireversible
Ø MOKHAMAD
ISMA’IL
Pertumbuhan adalah peningkatan ukuran (volume, massa,
tinggi, dan panjang) yang prosesnya tidak dapat balik yang dihasilkan
dari pembelahan sel dan pembesaran sel
Walaupun terdapatnya perbedaan
pendapat diantara para ahli, namun diakui bahwa pertumbuhan itu adalah suatu
perubahan yang menuju ke arah yang lebih maju dan lebih dewasa.
Menurut para ahli yang menganut
aliran asosiasi berpendapat, bahwa pertumbuhan pada dasarnya adalah proses
asosiasi. Maksud proses asosiasi yaitu terjadinya perubahan pada seseorang
secara tahap demi tahap karena pengaruh baik dari pengalaman atau empiris luar
melalui panca indera yang menimbulkan sensations maupun pengalaman dalam
mengenai keadaan batin sendiri yang menimbulkan reflexionis.
Lain halnya dengan pendapat dari
aliran psikologis Gestalt tentang pertumbuhan. Menurut para ahli dan aliran ini
bahwa pertumbuhan adalah proses diferensiasi. Dalam proses diferensiasi yang
pokok adalah keseluruhan, sedang bagian-bagian hanya mempunyai arti sebagai
bagian keseluruhan dalam hubungan fungsional dengan bagian-bagian yang lain.
C. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan
1. Pertumbuhan Fisik
Pertumbuhan ini menyangkut
perkembangan yang dapat dilihat oleh mata, seperti tubuh yang menjadi
tinggi, rambut yang menjadi panjang, dan pertumbuhan tubuh yang lainnya.
2. Pertumbuhan Psikis
Sedangankan pertumbuhan ini
menyangkut perkembangan sifat manusia, intelektual manusia, atau yang lebih
dikenal dengan pendewasaan.
Namun perkembangan setiap manusia tidaklah sama
persis, bahkan untuk saudara kembar identik yang dibesarkan bersama-sama
sekalipun memiliki perbedaan pertumbuhan, terutama di pertumbuhan psikis. Dalam
hal ini saya lebih banyak membahas tentang pertumbuhan psikis.
Lalu kenapa pertumbuhan psikis
manusia berbeda-beda? Dalam ilmu Sosiologi hal ini disebabkan karena beberapa
faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan manusia yaitu :
a. Pendirian Nativistik
Pada ahli dari golongan ini menunjukkan berbagai
kesempatan atau kemiripan antara orang tua dengan anaknya. Misalnya seorang
ayah memiliki keahlian di bidang seni lukis maka kemungkinannya besar anaknya
juga menjadi pelukis.
b. Pendirian Empiristik dan Environmentalistik
Para ahli berpendapat, bahwa pertumbuhan individu
semata-mata tergantung pada lingkungan sedang dasar tidak berperanan sama
sekali. Jadi menurut pendirian ini menolak dasar dalam pertumbuhan individu dan
lebih jauh menekankan pada lingkungan dan konsekuensinya hanya lingkunganlah
yang banyak dibicarakan.
c. Pendirian Konvergensi dan Interaksionisme
Kebanyakan para ahli mengikuti pendirian konvergensi
dengan modifikasi seperlunya. Suatu modifikasi yang terkenal yang sering
dianggap sebagai perkembangan lebih jauh konsepsi konvergensi ialah konsepsi
interaksionisme yang berpandangan dinamis yang menyatakan bahwa interaksi
antara dasar dan lingkungan dapat menentukan pertumbuhan individu.
Aliran ini berpendapat bahwa
interaksi antara dasar dan lingkungan dapat menentukan pertumbuhan individu.
( Referensi : Harwantiyoko, Neltje F. Katuuk, MKDU Ilmu Sosial Dasar, Gunadarma,
Jakarta, 1997 )
Jadi dapat diambil kesimpulan dari penjelasan di atas
bahwa terdapat dua faktor yang mempengaruhi pertumbuhan manusia, yaitu Faktor Dasar (Faktor gen) dan Faktor
Linkungan. Namun faktor mana yang lebih besar pengaruhnya terhadap
pertumbuhan manusia?
Jika kita perhatikan pertumbuhan
manusia pada umumnya, jika seorang manusia(anak) lebih banyak menghabiskan
waktunya bersama dengan keluarga / ayah-ibu kandungnya maka pertumbuhan
psikis-nya lebih mirip dengan orang tuanya. Hal ini wajar karena faktor gen
yang dimiliki manusia itu sama dengan faktor linkungannya (keluarga).
Tapi jika seorang manusia(anak)
lebih banyak menghabiskan waktunya bersama dengan sosial atau manusia yang
bukan keluarga / ayah-ibu kandung maka manusia tersebut cenderung mengikuti
lingkungannya.
Dari 2 fakta diatas maka, menurut saya faktor
lingkungan memiliki lebih besar pengaruhnya dalam pertumbuhan manusia
dibandingkan dengan faktor dalam (gen).
Tapi dalam beberapa kasus
pertumbuhan manusia terutama dalam pertumbuhan psikis untuk orang-orang ternama
dalam sejarah. Maka didapatkan realita yang berbeda bahkan terbalik dari
pertumbuhan manusia pada umumnya, contoh :
Ø Galileo
Galilei dan Copernicus yang lebih banyak menentang linkungannya pada zamannya,
salah satu nya tentang pertentangan bentuk bumi, dan status bumi di alam
semesta. Galileo Galilei sangat menentang kepercayaan masyarakat pada zamannya
itu (terutama keyakinan gereja). Tapi ilmu pengetahuan (melalui teleskop)
membuktikan bahwa pendapat Galileo memang yang benar. (http://id.wikipedia.org/)
Ø Nabi Musa
yang menentang dan punya pikiran yang lain dari Firaun, yang tidak lain adalah
keluarga yang mengadopsinya. Padahal keluarga firaun-lah yang membesarkannya
dan semua masyarakat pada saat itu selalu mengangap firaun adalah seorang yang
paling benar. Tetapi dengan mukjizat dari-Nya banyak pengikut firaun yang
beralih ke Nabi Musa.
Ø Albert
Einstein yang menentang beberapa hukum-hukum yang ada pada saat itu , dan
sering mengeluarkan pendapat yang dianggap aneh pada masyarakat di zamannya.
Tapi ilmu pengetahuan membuktikan bahwa pendapat Einstein memang yang benar.
Jika kita melihat beberapa contoh
diatas, menurut saya ada satu faktor lagi yang mempengaruhi pertumbuhan
manusia, yaitu faktor intelegensi
dari seorang manusia yang lebih kuat dibandingkan dengan faktor lingkungan.
Karena faktor intelegensi manusia akan menentukan 2 pilihan yang pasti yaitu benar atau salah. Sehingga seorang
manusia yang memiliki intelegensi yang tinggi, pertumbuhan psikis-nya akan
lebih mengacu pada pikirannya yang berdasarkan permasalahan benar atau salah.
d. Tahap
Pertumbuhan Individu Berdasar Psikologi
Pertumbuhan individu sejak lahir
sampai masa dewasa atau masa kematangan itu melalui beberapa fase sebagai
berikut :
·
Masa Vital yaitu dari 0.0 samapi kira-kira 2.0 tahun
·
Masa Estetik dari umur kira-kira 2.0 tahun sampai
kira-kira 7.0 tahun
·
Masa Intelektual dari kira-kira umur 7.0 tahun sampai
kira-kira umur 13.0 tahun atau 14.0 tahun
·
Masa Sosial, kira-kira umur 13.0 tahun atau 14.0 tahun
sampai kira-kira umur 20.0 tahun atau 21.0 tahun
FUNGSI KELUARGA
Keluarga adalah unit / satuan
masyarakat yang terkecil yang sekaligus merupakan suatu kelompok kecil dalam
masyarakat. Keluarga biasanya terdiri dari suami, isteri dan anak-anak.
Anak-anak inilah yang nantinya berkembang dan mulai bisa melihat dan mengenal
arti diri sendiri dan kemudian belajar melalui pengenalan itu.
Fungsi yang dijalankan keluarga adalah:
1.
Fungsi Pendidikan dilihat
dari bagaimana keluarga mendidik dan menyekolahkan anak untuk mempersiapkan
kedewasaan dan masa depan anak.
2.
Fungsi Sosialisasi anak dilihat dari bagaimana
keluarga mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat yang baik.
3.
Fungsi Perlindungan dilihat dari bagaimana keluarga
melindungi anak sehingga anggota keluarga merasa terlindung dan merasa aman.
4.
Fungsi Perasaan dilihat dari bagaimana keluarga secara
instuitif merasakan perasaan dan suasana anak dan anggota yang lain dalam
berkomunikasi dan berinteraksi antar sesama anggota keluarga. Sehingga saling
pengertian satu sama lain dalam menumbuhkan keharmonisan dalam keluarga.
5.
Fungsi Agama dilihat dari bagaimana keluarga
memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga lain melalui kepala
keluarga menanamkan keyakinan yang mengatur kehidupan kini dan kehidupan lain
setelah dunia.
6.
Fungsi Ekonomi dilihat
dari bagaimana kepala keluarga mencari penghasilan, mengatur penghasilan
sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi rkebutuhan-kebutuhan keluarga.
7.
Fungsi Rekreatif dilihat dari bagaimana menciptakan
suasana yang menyenangkan dalam keluarga, seperti acara nonton TV bersama,
bercerita tentang pengalaman masing-masing, dan lainnya.
8.
Fungsi Biologis dilihat
dari bagaimana keluarga meneruskan keturunan sebagai generasi selanjutnya.
9.
Memberikan kasih sayang, perhatian, dan rasa aman di
antara keluarga, serta membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga.
Keluarga adalah unit terkecil dari
masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul
dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling
ketergantungan.
Menurut Salvicion dan Celis (1998)
di dalam keluarga terdapat dua atau lebih dari dua pribadi yang tergabung
karena hubungan darah, hubungan
perkawinan atau pengangkatan, di hidupnya dalam satu rumah tangga, berinteraksi
satu sama lain dan di dalam perannya masing-masing dan menciptakan serta
mempertahankan suatu kebudayaan
a) Pengertian Fungsi Keluarga
Dalam kehidupan keluarga sering kita jumpai adanya
pekerjaan-pekerjaan yang harus dilakukan. Suatu pekerjaan atau tugas yang harus
dilakukan itu biasa disebut fungsi. Fungsi keluarga adalah suatu
pekerjaan-pekerjaan atau tugas-tugas yang harus dilaksanakan di dalam atau oleh
keluarga itu.
b) Macam-Macam Fungsi Keluarga
·
Fungsi Biologis
Persiapan perkawinan yang perlu dilakukan oleh
orang-orang tua bagi anak anaknya dapat berbentuk antara lain pengetahuan
tentang kehidupan sex bagi suami isteri, pengetahuan untuk mengurus rumah
tangga bagi ang isteri, tugas dan kewajiban bagi suami, memelihara pendidikan
bagi anak-anak dan lain-lain. Setiap manusia pada hakiaktnya terdapat semacam
tuntutan biologis bagi kelangsungan hidup keturunannya, melalui perkawinan.
Dengan fungsi ini diharapkan agar keluarga dapat menyelenggarakan
persiapan-persiapan perkawinan bagi anak-anaknya. Karena dengan perkawinan akan
terjadi proses kelangsungan keturunan
·
Fungsi Pemeliharaan
Keluarga diwajibkan untuk berusaha agar setiap
anggotanya terlindung dari gangguan udara, penyakit dan bahaya lainnya
·
Fungsi Ekonomi
Keluarga berusaha menyelenggarakan kebutuhan manusia
yang pokok yaitu, kebutuhan makan dan minum, kebutuhan pakaian untuk menutup
tubuhnya dan kebutuhan tempat tinggal.
·
Fungsi Keagamaan
Keluarga diwajibkan untuk menjalani dan mendalami
serta mengamalkan ajaran-ajaran agama dalam pelakunya sebagai manusia yang
takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
·
Fungsi Sosial
Keluarga berusaha untuk mempersiapkan anak-anaknya
bekal-bekal selengkapnya dengan memperkenalkan nilai-nilai dan sikap-sikap yang
dianut oleh masyarakat
INDIVIDU, KELUARGA DAN
MASYARAKAT
a. Pengertian Individu
Individu berasal dari kata latin, “individuum” yang
artinya yang tak terbagi. Kata individu merupakan sebutan yang dapat untuk menyatakan
suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas.
b. Pengertian Keluarga
Ø Menurut
Sigmund Freud keluarga itu terbentuk karena adanya perkawinan pria dan wanita.
Ø Menurut
Adler keluarga itu dibangun berdasarkan pada hasrat atau nafsu berkuasa.
Menurut Durkheim keluarga adalah lembaga sosial sebagai hasil-hasil faktor politik, ekonomi dan lingkungan.
Menurut Durkheim keluarga adalah lembaga sosial sebagai hasil-hasil faktor politik, ekonomi dan lingkungan.
Ø Menurut Ki
Hajar Dewantara keluarga adalah kumpulan beberapa orang yang karena terikat
oleh satu turunan lalu mengerti dan merasa berdiri sebagai satu gabungan yang
hakiki.
Pengertian Masyarakat
Ø Drs. JBAF
Mayor Polak menyebut masyarakat (society) adalah wadah segenap antar hubungan
sosial terdiri atas banyak sekali kolektiva-kolektiva serta kelompok dan
tiap-tiap kelompok terdiri atas kelompok-kelompok lebih baik atau subkelompok.
Ø Menurut
Prof. M. M. Dojojodiguno tentang masyrakat adalah suatu kebulatan daripada
segala perkembangan dalam hidup bersama antara manusia dengan manusia.
HUBUNGAN ANTARA INDIVIDU,
KELUARGA DAN MASYARAKAT
Makna Individu
Manusia adalah makhluk individu.
Makhluk individu berarti makhluk yang tidak dapat dibagi-bagi, tidak dapat
dipisah-pisahkan antara jiwa dan raganya. Pendapat lain bahwa manusia sebagai
makhluk individu, tidak hanya dalam arti makhluk keseluruhan jiwa raga,
melainkan juga dalam arti bahwa tiap-tiap orang itu merupakan pribadi(individu)
yang khas menurut corak kepribadiannya, termasuk kecakapan-kecakapan serta
kelemahan-kelemahannya.
Makna Keluarga
Keluarga adalah merupakan kelompok
primer yang paling penting di dalam masyarakat. Keluarga merupakan sebuah group
yang terbentuk dari perhubungan laki-laki dan wanita, perhubungan mana sedikit
banyak berlangsung lama untuk menciptakan dan membesarkan anak-anak.
Disini kita sebutkan 5 macam sifat terpenting, yaitu :
1.Hubungan suami-isteri
2.Bentuk perkawinan di mana suami-isteri itu diadakan
dan dipelihara
3.Susunan nama-nama dan istilah-istilah termasuk cara menghitungketurunan
4. Milik atau harga benda keluarga
3.Susunan nama-nama dan istilah-istilah termasuk cara menghitungketurunan
4. Milik atau harga benda keluarga
5. Pada umumnya keluarga itu tempat bersama / rumah
bersama.
Makna Masyarakat
Seperti halnya dengan definisi
sosiologi yang banyak jumlahnya kita dapati pula definisi-definisi tentang
masyarakat yang juga tidak sedikit. Mengenai arti masyarakat ini, baiklah di
sini kita kemukakan beberapa definisi mengenai masyarakat itu, seperti misalnya
:
Ø R. Linton :
Setiap kelompok manusia yang telah cukup lama hidup dan bekerja sama, sehingga
mereka itu mengorganisasikan dirinya dan berfikir tentang dirinya sebagai satu
kesatuan sosial dengan batas-batas tertentu.
Ø M.J Herskovist
: Kelompok individu yang diorganisasikan dan mengikuti satu cara hidup tertentu
Ø J.L Gillin
dan J.P Gillin : kelompok manusia yang terbesar dan mempunyai kebiasaan,
tradisi, sikap dan perasaan persatuan yang sama
Ø S.R
Steinmetz : Kelompok manusia yang terbesar yang meliputi
pengelompokkan-pengelompokkan manusia yang lebih kecil, yang mempunyai hubungan
yang erat dan teratur
Ø Hasan
Shadily : Golongan besar atau kecil dari beberapa manusia, dengan atau karena
sendirinya, bertalian secara golongan dan mempunyai pengaruh kebatinan satu
sama lain.
Kelompok manusia yang dimaksud di atas yang belum
terorganisasikan mengalami proses fundamental, yaitu :
Adaptasi dan organisasi dari tingkah laku para anggota
Timbul perasaan berkelompok secara lambat laun atau lesprit de corps Proses ini
biasanya bekerja tanpa disadari dan diikuti oleh semua anggota kelompok dalam
suasana trial dan error.
Mengingat definisi-definisi
masyarakat tersebut di atas, maka dapat di ambil kesimpulan, bahwa masyarakat
harus mempunyai syarat-syarat sebagai berikut :
Ø
Harus ada pengumpulan manusia, dan harus banyak. Bukan
pengumpulan binatang
Ø
Telah bertempat tinggal dalam waktu yang lama dalam
suatu daerah tertentu
Ø
Adanya aturan atau undang-undang yang mengatur mereka
untuk menuju kepada kepentingan dan tujuan bersama
Hal ini disebabkan manusia sejak lahir mempunyai 2 hasrat / keinginan, yaitu :
Hal ini disebabkan manusia sejak lahir mempunyai 2 hasrat / keinginan, yaitu :
§ Keinginan
untuk menjadi satu dengan manusia lain disekelilingnya (yaitu masyarakat), ilmu
sosial
§ keinginan
untuk menjadi satu dengan suasana sekelilingnya
Menurut Ellwood, faktor-faktor yang
menyebabkan manusia hidup bersama, adalah
:
Ø Dorongan
untuk mencari makan
Ø Dorongan
untuk mempertahankan diri
Ø Dorongan
untuk melangsungkan jenis
Jadi masyarakat itu dibentuk oleh
individu-individu yang beradab dalam keadaan sadar. Individu-individu yang
hilang ingatan, individu-individu yang fikirannya rusak, individu-individu type
bertapa tidak dapat menjadi anggota masyarakat yang permanen, melainkan
hanyalah kepada mereka yang benar-benar saling mengikatkan dirinya dengan
individu-individu lainnya
URBANISASI
1. Urbanisasi
adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. Urbanisasi
adalah masalah yang cukup serius bagi kita semua. Persebaran penduduk yang
tidak merata antara desa dengan kota akan menimbulkan berbagai permasalahan
kehidupan sosial kemasyarakatan. Jumlah peningkatan penduduk kota yang
signifikan tanpa didukung dan diimbangi dengan jumlah lapangan pekerjaan,
fasilitas umum, aparat penegak hukum, perumahan, penyediaan pangan, dan lain
sebagainya tentu adalah suatu masalah yang harus segera dicarikan jalan
keluarnya.
Berbeda dengan perspektif ilmu
kependudukan, definisi Urbanisasi berarti persentase penduduk yang tinggal di daerah
perkotaan. Perpindahan manusia dari desa ke kota hanya salah satu penyebab
urbanisasi. perpindahan itu sendiri dikategorikan 2 macam, yakni: Migrasi Penduduk
dan Mobilitas Penduduk.
Migrasi penduduk adalah perpindahan
penduduk dari desa ke kota yang bertujuan untuk tinggal menetap di kota.
Sedangkan Mobilitas Penduduk berarti perpindahan penduduk yang hanya bersifat
sementara saja atau tidak menetap.
Untuk mendapatkan suatu niat untuk hijrah atau pergi
ke kota dari desa, seseorang biasanya harus mendapatkan pengaruh yang kuat
dalam bentuk ajakan, informasi media massa, impian pribadi, terdesak kebutuhan
ekonomi, dan lain sebagainya.
Pengaruh-pengaruh tersebut bisa dalam bentuk sesuatu
yang mendorong, memaksa atau faktor pendorong seseorang untuk urbanisasi,
maupun dalam bentuk yang menarik perhatian atau faktor penarik. Di bawah ini
adalah beberapa atau sebagian contoh yang pada dasarnya dapat menggerakkan
seseorang untuk melakukan urbanisasi perpindahan dari pedesaaan ke perkotaan.
2. Proses terjadi nya Urbanisasi
Faktor Penarik Terjadinya
Urbanisasi
·
Kehidupan kota yang lebih modern
·
Sarana dan prasarana kota lebih lengkap
·
Banyak lapangan pekerjaan di kota
·
Pendidikan sekolah dan perguruan tinggi lebih baik dan
berkualitas
Faktor Pendorong Terjadinya
Urbanisasi
·
Lahan pertanian semakin sempit
·
Merasa tidak cocok dengan budaya tempat asalnya
·
Menganggur karena tidak banyak lapangan pekerjaan di
desa
·
Terbatasnya sarana dan prasarana di desa
·
Diusir dari desa asal
·
Memiliki impian kuat menjadi orang kaya
Keuntungan Urbanisasi
·
Memoderenisasikan warga desa
·
Menambah pengetahuan warga desa
·
Menjalin kerja sama yang baik antarwarga suatu daerah
·
Mengimbangi masyarakat kota dengan masyarakat desa
Akibat urbanisasi
·
Terbentuknya suburb
tempat-tempat pemukiman baru dipinggiran kota
·
Makin meningkatnya tuna karya (orang-orang yang tidak
mempunyai pekerjaan tetap)
·
Masalah perumahan yg sempit dan tidak memenuhi
persyaratan kesehatan
·
Lingkungan hidup tidak sehat, timbulkan kerawanan
sosial dan kriminal

Tidak ada komentar:
Posting Komentar