Minggu, 23 November 2014

green plan, green arsitektur, green city



PERENCANAAN
Perencanaan Sebagai padanan kata asing “planning”, Dapat diartikan sebagai suatu sarana untuk mentransformasikan persepsi-Persepsi mengenai kondisi-Kondisi lingkungan ke dalam rencana yang berarti dan dapat dilaksanakan dengan teratur (WilliamA.Shrode,1974).
Perencanaan Adalah sebuah proses untuk menetapkan tindakan yang tepat dimasa depan melalui pilihan-Pilihan yang sistematik (PaulDavidov,1982).
Perencanaan Merupakan suatu proses menyusun konsepsi dasar suatu rencana yang meliputi kegiatan-kegiatan:
1.Mengidentifikasi.
Menentukan komponen-Komponen yang menunjang terhadap objek, yang merupakan kompleksitas fakta-Fakta yang memiliki kontribusi terhadap kesatuan pembangunan.
2.Mengadakan studi.
Mencari hubungan-Hubungan dari faktor-Faktor terkait, yang memiliki pengaruh spesifik.
3.Mendeterminasi .
Menentukan Setepat mungkin faktor-Faktor yang dominan dengan memperhatikan kekhususan dari unit perubahan yang spesifik yang memberikan perubahan terhadap faktor lain.
4.Memprediksi.
Mengadakan Ramalan bagaimana suatu faktor akan berubah sehingga mencapai keadaan lebih baik di masa depan.
5.MelakukanTindakan.
Berdasarkan Prediksi di atas, melakukan tindakan terstruktur untuk mencapai tujuan pembangunan.(WilliamL.Lassey,1977).
 


Green Architecture atau sering disebut sebagai Arsitektur Hijau adalah arsitektur yang minim mengonsumsi sumber daya alam, ternasuk energi, air, dan material, serta minim menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan.
Arsitektur hijau adalah suatu pendekatan perencanaan bangunan yang berusaha untuk meminimalisasi berbagai pengaruh membahayakan pada kesehatan manusia dan lingkungan.
Arsitektur hijau merupakan langkah untuk mempertahankan eksistensinya di muka bumi dengan cara meminimalkan perusakan alam dan lingkungan di mana mereka tinggal. Istilah keberlanjutan menjadi sangat populer ketika mantan Perdana Menteri Norwegia GH Bruntland memformulasikan pengertian Pembangunan Berkelanjutan (sustaineble development) tahun 1987 sebagai pembangunan yang dapat memenuhi kebutuhan manusia masa kini tanpa mengorbankan potensi generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri.

Keberlanjutan terkait dengan aspek lingkungan alami dan buatan, penggunaan energi, ekonomi, sosial, budaya, dan kelembagaan. Penerapan arsitektur hijau akan memberi peluang besar terhadap kehidupan manusia secara berkelanjutan. Aplikasui arsitektur hijau akan menciptakan suatu bentuk arsitektur yang berkelanjutan.
Untuk pemahaman dasar arsitektur hijau yang berkelanjutan, meliputi di antaranya lansekap, interior, dan segi arsitekturnya menjadi satu kesatuan. Dalam contoh kecil, arsitektur hijau bisa juga diterapkan di sekitar lingkungan kita.

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6kyvOP6z8BHBa3K16JLtQ-brtMyIhAzt1J9u6XWSFGyPPedywUEuo0Sh_0wAMz2k0GZQSUhuJIggGFUH-181FrbifQ1GEYE-27vefNgDdPqnSGUQOSjMokeXEOKwgWhqc6uO_w1J3vgx3/s320/3D-Architectural-Rendering.jpg
salnya, dalam perhitungan kasar, jika luas rumah adalah 100 meter persegi, dengan pemakaian lahan untuk bangunan adalah 60 meter persegi, maka sisa 40 meter persegi lahan hijau, Jadi komposisinya adalah 60:40. Selain itu membuat atap dan dinding menjadi konsep roof garden dan green wall. Dinding bukan sekadar beton atau batu alam, melainkan dapat ditumbuhi tanaman merambat. Selain itu, tujuan pokok arsitektur hijau adalah menciptakan eco desain, arsitektur ramah lingkungan, arsitektur alami, dan pembangunan berkelanjutan.

Selain itu, arsitektur hijau diterapkan dengan meningkatkan efisiensi pemakaian energi, air dan pemakaian bahan-bahan yang mereduksi dampak bangunan terhadap kesehatan. Arsitektur hijau juga dapat direncanakan melalui tata letak, konstruksi, operasi dan pemeliharaan bangunan.



Prinsip-prinsip Green Architecture
Description: data:image/gif;base64,R0lGODlhAQABAPAAAP///wAAACH5BAEAAAAALAAAAAABAAEAAAICRAEAOw==


Penjabaran prinsi-prinsip green architecture beserta langkah-langkah mendesain green building menurut: Brenda dan Robert Vale, 1991, Green Architecture Design fo Sustainable Future:
1. Conserving Energy (Hemat Energi)

Sungguh sangat ideal apabila menjalankan secara operasional suatu bangunan dengan sedikit mungkin menggunakan sumber energi yang langka atau membutuhkan waktu yang lama untuk menghasilkannya kembali. Solusi yang dapat mengatasinya adalah desain bangunan harus mampu memodifikasi iklim dan dibuat beradaptasi dengan lingkungan bukan merubah lingkungan yang sudah ada. Lebih jelasnya dengan memanfaatkan potensi matahari sebagai sumber energi. Cara mendesain bangunan agar hemat energi, antara lain:
1.      Banguanan dibuat memanjang dan tipis untuk memaksimalkan pencahayaan dan menghemat energi listrik.
2.      Memanfaatkan energi matahari yang terpancar dalam bentuk energi thermal sebagai sumber listrik dengan menggunakan alat Photovoltaic yang diletakkan di atas atap. Sedangkan atap dibuat miring dari atas ke bawah menuju dinding timur-barat atau sejalur dengan arah peredaran matahari untuk mendapatkan sinar matahari yang maksimal.
3.      Memasang lampu listrik hanya pada bagian yang intensitasnya rendah. Selain itu juga menggunakan alat kontrol penguranganintensitas lampu otomatis sehingga lampu hanya memancarkan cahaya sebanyak yang dibutuhkan sampai tingkat terang tertentu.
4.      Menggunakan Sunscreen pada jendela yang secara otomatis dapat mengatur intensitas cahaya dan energi panas yang berlebihan masuk ke dalam ruangan.
5.      Mengecat interior bangunan dengan warna cerah tapi tidak menyilaukan, yang bertujuan untuk meningkatkan intensitas cahaya.
6.      Bangunan tidak menggunkan pemanas buatan, semua pemanas dihasilkan oleh penghuni dan cahaya matahari yang masuk melalui lubang ventilasi.
7.      Meminimalkan penggunaan energi untuk alat pendingin (AC) dan lift.
2. Working with Climate (Memanfaatkan kondisi dan sumber energi alami)

Melalui pendekatan green architecture bangunan beradaptasi dengan lingkungannya. Hal ini dilakukan dengan memanfaatkan kondisi alam, iklim dan lingkungannya sekitar ke dalam bentuk serta pengoperasian bangunan, misalnya dengan cara:
1.      Orientasi bangunan terhadap sinar matahari.
2.      Menggunakan sistem air pump dan cros ventilation untuk mendistribusikan udara yang bersih dan sejuk ke dalam ruangan.
3.      Menggunakan tumbuhan dan air sebagai pengatur iklim. Misalnya dengan membuat kolam air di sekitar bangunan.
4.      Menggunakan jendela dan atap yang sebagian bisa dibuka dan ditutup untuk mendapatkan cahaya dan penghawaan yang sesuai kebutuhan.
3. Respect for Site (Menanggapi keadaan tapak pada bangunan)

Perencanaan mengacu pada interaksi antara bangunan dan tapaknya. Hal ini dimaksudkan keberadan bangunan baik dari segi konstruksi, bentuk dan pengoperasiannya tidak merusak lingkungan sekitar, dengan cara sebagai berikut.
1.      Mempertahankan kondisi tapak dengan membuat desain yang mengikuti bentuk tapak yang ada.
2.      Luas permukaan dasar bangunan yang kecil, yaitu pertimbangan mendesain bangunan secara vertikal.
3.      Menggunakan material lokal dan material yang tidak merusak lingkungan.
4. Respect for User (Memperhatikan pengguna bangunan)

Antara pemakai dan green architecture mempunyai keterkaitan yang sangat erat. Kebutuhan akan green architecture harus memperhatikan kondisi pemakai yang didirikan di dalam perencanaan dan pengoperasiannya.
5. Limitting New Resources (Meminimalkan Sumber Daya Baru)

Suatu bangunan seharusnya dirancang mengoptimalkan material yang ada dengan meminimalkan penggunaan material baru, dimana pada akhir umur bangunan dapat digunakan kembali unutk membentuk tatanan arsitektur lainnya.
6. Holistic

Memiliki pengertian mendesain bangunan dengan menerapkan 5 poin di atas menjadi satu dalam proses perancangan. Prinsip-prinsip green architecture pada dasarnya tidak dapat dipisahkan, karena saling berhubungan satu sama lain. Tentu secar parsial akan lebih mudah menerapkan prinsip-prinsip tersebut. Oleh karena itu, sebanyak mungkin dapat mengaplikasikan green architecture yang ada secara keseluruhan sesuai potensi yang ada di dalam site.


KONSEP ARSITEKTUR HIJAU (GREEN ARCHITECTURE)
Description: data:image/gif;base64,R0lGODlhAQABAPAAAP///wAAACH5BAEAAAAALAAAAAABAAEAAAICRAEAOw==

Arsitektur hijau adalah suatu pendekatan perencanaan bangunan yang berusaha untuk meminimalisasi berbagai pengaruh membahayakan pada kesehatan manusia dan lingkungan. Sebagai pemahaman dasar dari arsitektur hijau yang berkelanjutan, elemen-elemen yang terdapat didalamnya adalah lansekap, interior, yang menjadi satu kesatuan dalam segi arsitekturnya. Dalam contoh kecil, arsitektur hijau bisa juga diterapkan di sekitar lingkungan kita. Yang paling ideal adalah menerapkan komposisi 60 : 40 antara bangunan rumah dan lahan hijau, membuat atap dan dinding dengan konsep roof garden dan green wall. Dinding bukan sekadar beton atau batu alam, melainkan dapat ditumbuhi tanaman merambat. Tujuan utama dari green architecture adalah menciptakan eco desain, arsitektur ramah lingkungan, arsitektur alami, dan pembangunan berkelanjutan. Arsitektur hijau juga dapat diterapkan dengan meningkatkan efisiensi pemakaian energi, air dan pemakaian bahan-bahan yang mereduksi dampak bangunan terhadap kesehatan. Perancangan Arsitektur hijau meliputi tata letak, konstruksi, operasi dan pemeliharaan bangunan. Konsep ini sekarang mulai dikembangkan oleh berbagai pihak menjadi Bangunan Hijau (green building...pokokpikira

 Apa itu green city? Green city bukan hanya sebatas hijau dan kota. Green City adalah suatu konsep dari upaya untuk meletarikan lingkungan dengan cara mengembangkan sebagian lingkungan dari suatu kota menjadi lahan-lahan hijau yang alami agar menciptakan kekompakan antara kehidupan alami dari lingkungan itu sendiri dengan manusia dan alat-alat non-alamiah dari manusia itu. Konsep Green City bertujuan agar terdapat keseimbangan dan kenyamanan dari manusia yang menghuni dan lingkungan itu sendiri.


Masalah pemanasan global yang terjadi di bumi ini bukan menjadi suatu topik yang asing lagi di telinga kita. Bahkan banyak sekolah-sekolah dasar yang sudah memperkenalkan masalah ini sejak dini pada anak-anak. Namun banyak orang yang seolah olah menutup telinga mereka akan hal ini. Masih banyak yang kurang peduli pada masalah lingkungan yang terjadi dibumi. Bumi adalah rumah bagi setiap mahluk hidup yang tinggal didalamnya. Bukan hanya tanggung jawab beberapa orang. Perlu kepedulian tinggi bagi seluruh manusia yang tinggal di bumi ini dan bersama-sama menjaga bumi ini menjadi tempat yang nyaman untuk ditinggali.


Menerapkan konsep Green City pada setiap kota di seluruh negara merupakan salah satu bentuk pelestarian keseimbangan alam yang paling mudah dan tepat untuk dilaksanakan. Hanya diperlukan kesadaran penuh akan lingkungan pada setiap masyarakat untuk melakukan penghijauan mulai dari sebagian kecil di rumahnya. Dengan melakukan penghijauan kecil ini, jika dilakukan di semua rumah yang ada disetiap kota, maka secara tidak langsung kota itu bisa disebut green city. Menerapkan pemikiran seperti ini tentu cara yang paling optimal dewasa ini untuk mengatasi masalah lingkungan di bumi ini.

referensi :  http://file.upi.edu/Direktori/FPTK/JUR._PEND._TEKNIK_ARSITEKTUR/196302041988031-MOKHAMAD_SYAOM_BARLIANA/Bahan_Ajar/Metode_Peranc_Ars/Pertemuan_1,2.pdf
http://gospoth.blogspot.com/2013/03/green-architecture.html
http://dhikarusmen.blogspot.com/2012/01/apa-itu-green-city.html

isu arsitektur berhasil dan gagal

Arsitek.  Sebuah profesi, yang menurut saya, identik dengan : kreatif, out of the box, dinamis, dan penuh tantangan dalam mengkombinasikan engineering dengan art.
Pada beberapa iklan media elektronik, khususnya media televisi, sering terlihat profesi arsitek yang diangkat sebagai subyek iklan. Bank, Asuransi, Kopi, dan Suplemen tambahan sudah mengambil posisi arsitek sebagai profesi yang “bergengsi” (sehingga bisa dijadikan sebagai model profesi dalam iklan). Citra arsitek yang terlihat pada iklan tersebut adalah anak muda yang kreatif, penuh semangat, smart, dan merupakan teamwork player. Sebagai lulusan dari jurusan arsitektur, saya sangat senang melihat bentuk apresiasi media terhadap profesi arsitek. Ketika saya sempat tidak bekerja sebagai arsitek, beberapa teman bertanya kepada saya, “Kenapa tidak menjadi arsitek,gir? Bukankah asyik ya membangun rumah-rumah? Bisa mendesain dan membangun rumah sendiri. Kayaknya jadi arsitek itu keren. Cerdas, jago gambar dan kreatif”. Saya tambah senang mendengarnya. Saya berdoa semoga arsitek terus mendapat apresiasi positif dari khalayak.
Arsitektur, meskipun tidak memiliki peran yang strategis secara fisik terhadap tatanan kehidupan bernegara, namun dalam kenyataannya menjadi pengiring masyarakat dalam membentuk peradaban kehidupan. Salah satu kutipan dari Winston Churchill yang selalu saya ingat, “We shape our buildings and afterwards our building shape us“. Quote tersebut menjadi jembatan antara intangible dan tangible things (arsitektur dan perilaku). Arsitektur yang dibangun oleh arsitek awalnya merupakan sebuah manifesto fisik, yang nantinya bertransformasi menjadi pembentuk perilaku kehidupan manusia dan akhirnya bermuara pada pembentukan peradaban sebuah masyarakat. Saya mengambil contoh yang sederhana. Ketika seorang arsitek mendesain tempat tinggal melalui pola rancangan yang mengutamakan sebuah ruang keluarga yang nyaman dan intim, serta merancang kamar pribadi yang hanya nyaman sebagai ruang tidur dan belajar, secara tidak sadar anggota keluarga tersebut “dipaksakan” untuk membiasakan hidup membaur berbagi cerita di ruang keluarga, yang dampaknya kelak dapat merangsang anggota keluarga untuk terbiasa hidup membaur dalam kehidupan masyarakat. Arsitek memiliki tanggung jawab dalam membentuk pola hidup suatu masyarakat.
Arsitek dan Karya
Shanghai Oriental Art Center (architect : Paul Andreu)
Secara makro, arsitek dengan karya arsitekturnya dapat memberikan nilai edukasi yang luar biasa bagi masyarakat. Saat ini, isu green architecture dan sustainable architecture menjadi senjata dari dunia arsitektur dalam merespon masalah global yang sedang melanda bumi ini. Green and sustainable architecture mengajak elemen masyarakat untuk terlibat secara fisik dalam mengelola arsitekturnya menjadi sesuatu yang ramah dan peduli terhadap lingkungan. Di beberapa negara, seperti US, Japan, Australia, UK; terdapat sertifikasi nilai “hijau” bangunan terhadap lingkungan-nya. Di US, terkenal sistem LEED (The Leadership in Energy and Environmental Design), di Japan ada CASBEE (Comprehensive Assessment System for Building Environmental Efficiency, dan di Australia ada Green Star. Dengan metode-metode khusus, hasil yang mereka keluarkan adalah nilai atau grade untuk sebuah bangunan, seperti platinum, level 5 dan sejenisnya. Adanya sertifikasi ini menuntut arsitek untuk berfikir cerdas dan bijak dalam mengelola potensinya guna menghasilkan bangunan yang cantik, baik secara fisik maupun dalam kaitannya sebagai part of nature.
Selain bisa memberikan dampak lingkungan yang positif, ternyata arsitektur yang tepat dapat memberikan effect ekonomi yang bagus untuk sebuah negara. Salah satu contoh karya arsitektur yang berhasil memasuki ranah ekonomi suatu daerah adalah Museum Guggenheim di Kota Bilbao, Spanyol, rancangan arsitek ternama Frank O. Gehry. Pada awal tahun 90-an, Kota Bilbao mengalami kemandekan ekonomi dan tingkat pengangguran yang cukup tinggi (di atas 20 persen). Di tahun 1993, pemerintah Kota Bilbao menghasilkan sebuah blue print yang bertujuan untuk redevelopment kota Bilbao. Untuk mensukseskan blue print tersebut, dibangunlah beberapa bangunan (dengan menggunakan jasa arsitek ternama) untuk mengubah citra kota, dimana salah satunya adalah Museum Guggenheim. Museum yang memiliki desain sangat unik ini, ternyata banyak mendapatkan kritikan di awal masa pembangunan akibat menghabiskan terlalu banyak dana (mencapai 100 juta US$). Namun kini, Museum Guggenheim ini berhasil menciptakan “Bilbao effect”, dimana banyak wisatawan dari berbagai belahan dunia datang ke Bilbao untuk mengunjungi Museum ini. Sampai tahun 2005, Museum ini telah dikunjungi lebih dari 8 juta wisatawan dan akibatnya, pada tahun ke-3, investasi musem ini telah mencapai break-even point (Djoko Hartanto, 2006).
Arsitek dan Karya
Beijing National "Bird's Nest" Stadium
 Hal serupa juga terjadi pada Sydney Opera House (karya arsitek Jorn Utzon) dan Olympic’s Beijing Stadium (karya arsitek Jacques Herzog & Pierre De Meuron). Desain arsitektur yang eye-catching, unik dan kreatif ini bisa membangkitkan sektor tourism sebagai katalisator ekonomi. Ketika saya berkunjung ke Beijing, hanya ada 2 tempat yang saya rasa harus saya datangi; yaitu Great Wall Beijing dan Olympic’s Beijing Stadium, atau lebih dikenal Bird’s nest. Great Wall merupakan sebuah keindahan dan keajaiban dunia yang memang harus didatangi ketika berkunjung ke negeri panda ini dan Bird’s Nest merupakan sebuah keajaiban teknologi baru di dunia arsitektur dan struktur; sehingga menjadi wajib hukumnya untuk dikunjungi. Itulah pengaruh luar biasa dari arsitektur. Arsitektur tidak hanya memberikan wajah untuk sebuah kota, tetapi dapat memberikan kontribusi yang positif terhadap kemakmuran suatu negara.
 Memang semua orang memiliki potensi untuk merancang rumahnya sendiri. Setiap orang (non-arsitek) berhak untuk merancang dan menentukan langgam untuk rumahnya sendiri. Namun, kehadiran seorang arsitek tetap dibutuhkan dan tak kan tergantikan. Arsitek hadir bukan sebagai juru gambar. Artikulasi bahasa arsitek tertuang dalam ide-ide. Sebuah rumah yang cantik secara fisik, sebuah rumah yang sopan terhadap lingkungan, sebuah rumah yang kokoh, dan sebuah rumah yang berdiri di atas ketentuan kota yang tepat, adalah ranah tanggung jawab arsitek. Arsitek tidak hanya berkata dalam lisan, tetapi berkata dalam karya

contoh arsitektur gagal
Karya arsitektur dapat dikatakan berhasil apabila dapat diwujudkan dalam bentuk yang nyata. Namun ketika desain tersebut hanya berupa gambar dan tidak diwujudkna dalam kehidupan ataupun di bangunan sangatlah tidak berarti apa-apa, bias dikatakan itu hanya berupa arsip dan koleksi gambar.
Inilah beberapa karya arsitektur yang memiliki desain yang sangat mengagumkan namun tidak dapat diaplikasikan ke kehidupan nyata.
1. Beacon of Progress Designed around 1891 for Chicago Illinois
Rencananya adalah sebuah menara batu setinggi 457 meter di Jackson Park, Chicago. Design yang memenangkan penghargaan ini dikemukakan oleh Professor MIT Désiré Despradelle, seorang Prancis. Dengan lebih banyak dukungan dana, bangunan ini bisa jadi bangunan buatan manusia tertinggi di dunia saat itu.

2. Hotel Attraction Designed in 1908 for New York City
Hotel Attraction maunya menjadi gedung tertinggi di New York pada saat itu. Didesign oleh Antoni Gaudi, tinggilnya adalah 360 meter, dan tampaknya sangat tak mungkin pada waktu itu. Sedikit sekali fakta yang diketahui tentang proyek ini sampai ketika tahun 1956, sebuah buku berjudul “The NEw World Called Gaudi” diterbitkan. Tidak jelas mengapa proyek ini dihentikan.




3. Tatlin’s Tower Designed around 1917 for St. Petersburg Russia
Tatlin’s Tower kalau jadi dibangun, akan membuat Eiffel Tower terkesan mini. Rencananya, bangunan ini terbuat dari besi, kaca, dan baja. Menara ini tadinya akan dijadikan simbol modernitas. Bentuk utama menara ini adalah twin helix yang naik secara spiral sampai tinggi 400m, dimana orang2 bisa ditransportasikan ke atas, melalui jalur itu.
4. Ville Contemporaine Designed in 1922 for Paris France
The Ville Contemporaine tadinya hendak dijadikan tempat tinggal bagi 3 juta penduduk. Ville ini dikemukakan oleh arsitek Swiss-Prancis Le Corbusier. Bagian tengah bangunan ini direncanakan adalah sekelompok pencakar langit 60 tingkat yang dibangun dengan logam baja dan diselubungi oleh dinding kaca. Digunakan untuk kantor dan apartemen. Tidak jelas mengapa proyek ini dihentikan.
5. Volkshalle (The Great Dome) Designed around 1930 for Berlin Germany
The Volkshalle (People’s Hall) adalah sebuah bangunan monumental yang direncanakan oleh Adolf Hitler dan arsiteknya Albert Speer. Ia tadinya akan menjadi bangunan paling impresif dan penting di Berlin, sebagai tanda kehebatan Hitler. Untungnya, bangunan ini tidak jadi didirikan karena perang.
6. Palace of Soviets Designed in 1933 for Moscow Soviet Union
Jika Palace of Soviets jadi dibangun, ia akan menjadi struktur tertinggi di dunia. Konstruksi yang dipelopori oleh Boris Iofan’s ini sebenarnya sudah dimulai di tahun 1937 dan diberhentikan karena invasi Jerman. Tahun 1942, bahan besi nya digunakan untuk membuat jembatan.
7. The Illinois Designed in 1956 for Chicago Illinois
The Illinois tadinya akan menjadi pencakar langit setinggi 1.609 meter yang divisikan oleh Frank Lloyd Wright. Wright percaya bahwa bangunan ini mungkin dibuat, pada waktu itu. Design nya terdiri dari 528 tingkat, dengan luas daerah kotor 18,46 kaki persegi. Masalah yang timbul adalah ruang yang diperlukan untuk mendirikan pencakar langit itu kurang, dan terbatasnya lift (elevator) yang diperlukan. Hal itulah yang akhirnya menggagalkan proyek ini.
8. Ultima Tower Designed in 1991 for San Francisco California
Design ini tampaknya sungguh tidak mungkin (liat saja ilustrasi proyeknya diatas), tapi sebaliknya, sangat keren jika bisa dibuat. Arsitek Eugene Tsui mendapat ide bangunan ini dari hasil belajarnya di San Fransisco. Struktur ini akan menggunakan energi hasil konversi energi atmosferik dengan cara mengubah energi yang dihasilkan perbedaan tekanan udara dari atas dan bawah bangunan ini menjadi energi listrik. Bangunan ini memiliki 500 lantai (2 mil tingginya) dan diharapkan menjadi tempat tinggal sekitar 1 juta penduduk.
9. Fourth Grace / The Cloud Designed in 2002 for Liverpool England
Walaupun banyak orang yang menganggap kalau Fourth Grace adalah proposal terjelek, Arsitek Will Alsop memenangkan penghargaan design untuk proyek yang dinamakannya “The Cloud” ini. Proyek ini diberhentikan karena masalah dana yang membludak untuk membangun design spiral yang mahal. Fourth Grace didesign untuk kantor, 107 kamar hotel, dan 50000 sq ft fasilitas termasuk bar, restaurant, dan gallery.
10. Shimizu Mega-City Pyramid Designed in 2004 for Tokyo Japan
The Shimizu Mega-City Pyramid adalah sebuah piramid buatan raksasa di Tokyo Bay, Jepang. Struktur itu 12 kali lebih tinggi dari Piramid Giza, dan mampu menampung 750.000 manusia. Itu akan menjadi hasil bangunan manusia yang terbesar sepanjang sejarah. Piramid ini sebenarnya dibangun dengan 55 piramid yang lebih kecil dan saling ditumpuk. Masing2 piramid kecil ini besarnya sebanding dengan Luxor Hotel di Las Vegas. Alasan proyek ini tak bisa dibangun adalah karena design mega piramid ini tergantung akan material canggih yang ringan namun sungguh kuat, yang pada saat itu masih belum ada
referensi  http://www.girinarasoma.com/arsitek-berkata-dalam-karya/
                http://arsitekturbergoyang.blogspot.com/2013/05/konsep-dari-karya-arsitektur- 
                         yang-gagal.html