Minggu, 23 November 2014

isu arsitektur berhasil dan gagal

Arsitek.  Sebuah profesi, yang menurut saya, identik dengan : kreatif, out of the box, dinamis, dan penuh tantangan dalam mengkombinasikan engineering dengan art.
Pada beberapa iklan media elektronik, khususnya media televisi, sering terlihat profesi arsitek yang diangkat sebagai subyek iklan. Bank, Asuransi, Kopi, dan Suplemen tambahan sudah mengambil posisi arsitek sebagai profesi yang “bergengsi” (sehingga bisa dijadikan sebagai model profesi dalam iklan). Citra arsitek yang terlihat pada iklan tersebut adalah anak muda yang kreatif, penuh semangat, smart, dan merupakan teamwork player. Sebagai lulusan dari jurusan arsitektur, saya sangat senang melihat bentuk apresiasi media terhadap profesi arsitek. Ketika saya sempat tidak bekerja sebagai arsitek, beberapa teman bertanya kepada saya, “Kenapa tidak menjadi arsitek,gir? Bukankah asyik ya membangun rumah-rumah? Bisa mendesain dan membangun rumah sendiri. Kayaknya jadi arsitek itu keren. Cerdas, jago gambar dan kreatif”. Saya tambah senang mendengarnya. Saya berdoa semoga arsitek terus mendapat apresiasi positif dari khalayak.
Arsitektur, meskipun tidak memiliki peran yang strategis secara fisik terhadap tatanan kehidupan bernegara, namun dalam kenyataannya menjadi pengiring masyarakat dalam membentuk peradaban kehidupan. Salah satu kutipan dari Winston Churchill yang selalu saya ingat, “We shape our buildings and afterwards our building shape us“. Quote tersebut menjadi jembatan antara intangible dan tangible things (arsitektur dan perilaku). Arsitektur yang dibangun oleh arsitek awalnya merupakan sebuah manifesto fisik, yang nantinya bertransformasi menjadi pembentuk perilaku kehidupan manusia dan akhirnya bermuara pada pembentukan peradaban sebuah masyarakat. Saya mengambil contoh yang sederhana. Ketika seorang arsitek mendesain tempat tinggal melalui pola rancangan yang mengutamakan sebuah ruang keluarga yang nyaman dan intim, serta merancang kamar pribadi yang hanya nyaman sebagai ruang tidur dan belajar, secara tidak sadar anggota keluarga tersebut “dipaksakan” untuk membiasakan hidup membaur berbagi cerita di ruang keluarga, yang dampaknya kelak dapat merangsang anggota keluarga untuk terbiasa hidup membaur dalam kehidupan masyarakat. Arsitek memiliki tanggung jawab dalam membentuk pola hidup suatu masyarakat.
Arsitek dan Karya
Shanghai Oriental Art Center (architect : Paul Andreu)
Secara makro, arsitek dengan karya arsitekturnya dapat memberikan nilai edukasi yang luar biasa bagi masyarakat. Saat ini, isu green architecture dan sustainable architecture menjadi senjata dari dunia arsitektur dalam merespon masalah global yang sedang melanda bumi ini. Green and sustainable architecture mengajak elemen masyarakat untuk terlibat secara fisik dalam mengelola arsitekturnya menjadi sesuatu yang ramah dan peduli terhadap lingkungan. Di beberapa negara, seperti US, Japan, Australia, UK; terdapat sertifikasi nilai “hijau” bangunan terhadap lingkungan-nya. Di US, terkenal sistem LEED (The Leadership in Energy and Environmental Design), di Japan ada CASBEE (Comprehensive Assessment System for Building Environmental Efficiency, dan di Australia ada Green Star. Dengan metode-metode khusus, hasil yang mereka keluarkan adalah nilai atau grade untuk sebuah bangunan, seperti platinum, level 5 dan sejenisnya. Adanya sertifikasi ini menuntut arsitek untuk berfikir cerdas dan bijak dalam mengelola potensinya guna menghasilkan bangunan yang cantik, baik secara fisik maupun dalam kaitannya sebagai part of nature.
Selain bisa memberikan dampak lingkungan yang positif, ternyata arsitektur yang tepat dapat memberikan effect ekonomi yang bagus untuk sebuah negara. Salah satu contoh karya arsitektur yang berhasil memasuki ranah ekonomi suatu daerah adalah Museum Guggenheim di Kota Bilbao, Spanyol, rancangan arsitek ternama Frank O. Gehry. Pada awal tahun 90-an, Kota Bilbao mengalami kemandekan ekonomi dan tingkat pengangguran yang cukup tinggi (di atas 20 persen). Di tahun 1993, pemerintah Kota Bilbao menghasilkan sebuah blue print yang bertujuan untuk redevelopment kota Bilbao. Untuk mensukseskan blue print tersebut, dibangunlah beberapa bangunan (dengan menggunakan jasa arsitek ternama) untuk mengubah citra kota, dimana salah satunya adalah Museum Guggenheim. Museum yang memiliki desain sangat unik ini, ternyata banyak mendapatkan kritikan di awal masa pembangunan akibat menghabiskan terlalu banyak dana (mencapai 100 juta US$). Namun kini, Museum Guggenheim ini berhasil menciptakan “Bilbao effect”, dimana banyak wisatawan dari berbagai belahan dunia datang ke Bilbao untuk mengunjungi Museum ini. Sampai tahun 2005, Museum ini telah dikunjungi lebih dari 8 juta wisatawan dan akibatnya, pada tahun ke-3, investasi musem ini telah mencapai break-even point (Djoko Hartanto, 2006).
Arsitek dan Karya
Beijing National "Bird's Nest" Stadium
 Hal serupa juga terjadi pada Sydney Opera House (karya arsitek Jorn Utzon) dan Olympic’s Beijing Stadium (karya arsitek Jacques Herzog & Pierre De Meuron). Desain arsitektur yang eye-catching, unik dan kreatif ini bisa membangkitkan sektor tourism sebagai katalisator ekonomi. Ketika saya berkunjung ke Beijing, hanya ada 2 tempat yang saya rasa harus saya datangi; yaitu Great Wall Beijing dan Olympic’s Beijing Stadium, atau lebih dikenal Bird’s nest. Great Wall merupakan sebuah keindahan dan keajaiban dunia yang memang harus didatangi ketika berkunjung ke negeri panda ini dan Bird’s Nest merupakan sebuah keajaiban teknologi baru di dunia arsitektur dan struktur; sehingga menjadi wajib hukumnya untuk dikunjungi. Itulah pengaruh luar biasa dari arsitektur. Arsitektur tidak hanya memberikan wajah untuk sebuah kota, tetapi dapat memberikan kontribusi yang positif terhadap kemakmuran suatu negara.
 Memang semua orang memiliki potensi untuk merancang rumahnya sendiri. Setiap orang (non-arsitek) berhak untuk merancang dan menentukan langgam untuk rumahnya sendiri. Namun, kehadiran seorang arsitek tetap dibutuhkan dan tak kan tergantikan. Arsitek hadir bukan sebagai juru gambar. Artikulasi bahasa arsitek tertuang dalam ide-ide. Sebuah rumah yang cantik secara fisik, sebuah rumah yang sopan terhadap lingkungan, sebuah rumah yang kokoh, dan sebuah rumah yang berdiri di atas ketentuan kota yang tepat, adalah ranah tanggung jawab arsitek. Arsitek tidak hanya berkata dalam lisan, tetapi berkata dalam karya

contoh arsitektur gagal
Karya arsitektur dapat dikatakan berhasil apabila dapat diwujudkan dalam bentuk yang nyata. Namun ketika desain tersebut hanya berupa gambar dan tidak diwujudkna dalam kehidupan ataupun di bangunan sangatlah tidak berarti apa-apa, bias dikatakan itu hanya berupa arsip dan koleksi gambar.
Inilah beberapa karya arsitektur yang memiliki desain yang sangat mengagumkan namun tidak dapat diaplikasikan ke kehidupan nyata.
1. Beacon of Progress Designed around 1891 for Chicago Illinois
Rencananya adalah sebuah menara batu setinggi 457 meter di Jackson Park, Chicago. Design yang memenangkan penghargaan ini dikemukakan oleh Professor MIT Désiré Despradelle, seorang Prancis. Dengan lebih banyak dukungan dana, bangunan ini bisa jadi bangunan buatan manusia tertinggi di dunia saat itu.

2. Hotel Attraction Designed in 1908 for New York City
Hotel Attraction maunya menjadi gedung tertinggi di New York pada saat itu. Didesign oleh Antoni Gaudi, tinggilnya adalah 360 meter, dan tampaknya sangat tak mungkin pada waktu itu. Sedikit sekali fakta yang diketahui tentang proyek ini sampai ketika tahun 1956, sebuah buku berjudul “The NEw World Called Gaudi” diterbitkan. Tidak jelas mengapa proyek ini dihentikan.




3. Tatlin’s Tower Designed around 1917 for St. Petersburg Russia
Tatlin’s Tower kalau jadi dibangun, akan membuat Eiffel Tower terkesan mini. Rencananya, bangunan ini terbuat dari besi, kaca, dan baja. Menara ini tadinya akan dijadikan simbol modernitas. Bentuk utama menara ini adalah twin helix yang naik secara spiral sampai tinggi 400m, dimana orang2 bisa ditransportasikan ke atas, melalui jalur itu.
4. Ville Contemporaine Designed in 1922 for Paris France
The Ville Contemporaine tadinya hendak dijadikan tempat tinggal bagi 3 juta penduduk. Ville ini dikemukakan oleh arsitek Swiss-Prancis Le Corbusier. Bagian tengah bangunan ini direncanakan adalah sekelompok pencakar langit 60 tingkat yang dibangun dengan logam baja dan diselubungi oleh dinding kaca. Digunakan untuk kantor dan apartemen. Tidak jelas mengapa proyek ini dihentikan.
5. Volkshalle (The Great Dome) Designed around 1930 for Berlin Germany
The Volkshalle (People’s Hall) adalah sebuah bangunan monumental yang direncanakan oleh Adolf Hitler dan arsiteknya Albert Speer. Ia tadinya akan menjadi bangunan paling impresif dan penting di Berlin, sebagai tanda kehebatan Hitler. Untungnya, bangunan ini tidak jadi didirikan karena perang.
6. Palace of Soviets Designed in 1933 for Moscow Soviet Union
Jika Palace of Soviets jadi dibangun, ia akan menjadi struktur tertinggi di dunia. Konstruksi yang dipelopori oleh Boris Iofan’s ini sebenarnya sudah dimulai di tahun 1937 dan diberhentikan karena invasi Jerman. Tahun 1942, bahan besi nya digunakan untuk membuat jembatan.
7. The Illinois Designed in 1956 for Chicago Illinois
The Illinois tadinya akan menjadi pencakar langit setinggi 1.609 meter yang divisikan oleh Frank Lloyd Wright. Wright percaya bahwa bangunan ini mungkin dibuat, pada waktu itu. Design nya terdiri dari 528 tingkat, dengan luas daerah kotor 18,46 kaki persegi. Masalah yang timbul adalah ruang yang diperlukan untuk mendirikan pencakar langit itu kurang, dan terbatasnya lift (elevator) yang diperlukan. Hal itulah yang akhirnya menggagalkan proyek ini.
8. Ultima Tower Designed in 1991 for San Francisco California
Design ini tampaknya sungguh tidak mungkin (liat saja ilustrasi proyeknya diatas), tapi sebaliknya, sangat keren jika bisa dibuat. Arsitek Eugene Tsui mendapat ide bangunan ini dari hasil belajarnya di San Fransisco. Struktur ini akan menggunakan energi hasil konversi energi atmosferik dengan cara mengubah energi yang dihasilkan perbedaan tekanan udara dari atas dan bawah bangunan ini menjadi energi listrik. Bangunan ini memiliki 500 lantai (2 mil tingginya) dan diharapkan menjadi tempat tinggal sekitar 1 juta penduduk.
9. Fourth Grace / The Cloud Designed in 2002 for Liverpool England
Walaupun banyak orang yang menganggap kalau Fourth Grace adalah proposal terjelek, Arsitek Will Alsop memenangkan penghargaan design untuk proyek yang dinamakannya “The Cloud” ini. Proyek ini diberhentikan karena masalah dana yang membludak untuk membangun design spiral yang mahal. Fourth Grace didesign untuk kantor, 107 kamar hotel, dan 50000 sq ft fasilitas termasuk bar, restaurant, dan gallery.
10. Shimizu Mega-City Pyramid Designed in 2004 for Tokyo Japan
The Shimizu Mega-City Pyramid adalah sebuah piramid buatan raksasa di Tokyo Bay, Jepang. Struktur itu 12 kali lebih tinggi dari Piramid Giza, dan mampu menampung 750.000 manusia. Itu akan menjadi hasil bangunan manusia yang terbesar sepanjang sejarah. Piramid ini sebenarnya dibangun dengan 55 piramid yang lebih kecil dan saling ditumpuk. Masing2 piramid kecil ini besarnya sebanding dengan Luxor Hotel di Las Vegas. Alasan proyek ini tak bisa dibangun adalah karena design mega piramid ini tergantung akan material canggih yang ringan namun sungguh kuat, yang pada saat itu masih belum ada
referensi  http://www.girinarasoma.com/arsitek-berkata-dalam-karya/
                http://arsitekturbergoyang.blogspot.com/2013/05/konsep-dari-karya-arsitektur- 
                         yang-gagal.html

1 komentar:

  1. 1xbet korean football betting - legalbet.co.kr
    1xbet korean football betting worrione - legalbet.co.kr. Get your football 1xbet korean tips with legalbet.co.kr and get your bonus. septcasino 1xbet korean football betting.

    BalasHapus