Arsitek.
Sebuah profesi, yang menurut saya, identik dengan : kreatif, out of the
box, dinamis, dan penuh tantangan dalam mengkombinasikan engineering
dengan art.
Pada beberapa iklan media elektronik,
khususnya media televisi, sering terlihat profesi arsitek yang diangkat
sebagai subyek iklan. Bank, Asuransi, Kopi, dan Suplemen tambahan sudah
mengambil posisi arsitek sebagai profesi yang “bergengsi” (sehingga bisa
dijadikan sebagai model profesi dalam iklan). Citra arsitek yang
terlihat pada iklan tersebut adalah anak muda yang kreatif, penuh
semangat, smart, dan merupakan teamwork player. Sebagai lulusan dari
jurusan arsitektur, saya sangat senang melihat bentuk apresiasi media
terhadap profesi arsitek. Ketika saya sempat tidak bekerja sebagai
arsitek, beberapa teman bertanya kepada saya, “Kenapa tidak menjadi
arsitek,gir? Bukankah asyik ya membangun rumah-rumah? Bisa mendesain dan
membangun rumah sendiri. Kayaknya jadi arsitek itu keren. Cerdas, jago
gambar dan kreatif”. Saya tambah senang mendengarnya. Saya berdoa semoga
arsitek terus mendapat apresiasi positif dari khalayak.
Arsitektur, meskipun tidak memiliki
peran yang strategis secara fisik terhadap tatanan kehidupan bernegara,
namun dalam kenyataannya menjadi pengiring masyarakat dalam membentuk
peradaban kehidupan. Salah satu kutipan dari Winston Churchill yang
selalu saya ingat, “We shape our buildings and afterwards our building
shape us“. Quote tersebut menjadi jembatan antara intangible dan
tangible things (arsitektur dan perilaku). Arsitektur yang dibangun oleh
arsitek awalnya merupakan sebuah manifesto fisik, yang nantinya
bertransformasi menjadi pembentuk perilaku kehidupan manusia dan
akhirnya bermuara pada pembentukan peradaban sebuah masyarakat. Saya
mengambil contoh yang sederhana. Ketika seorang arsitek mendesain tempat
tinggal melalui pola rancangan yang mengutamakan sebuah ruang keluarga
yang nyaman dan intim, serta merancang kamar pribadi yang hanya nyaman
sebagai ruang tidur dan belajar, secara tidak sadar anggota keluarga
tersebut “dipaksakan” untuk membiasakan hidup membaur berbagi cerita di
ruang keluarga, yang dampaknya kelak dapat merangsang anggota keluarga
untuk terbiasa hidup membaur dalam kehidupan masyarakat. Arsitek
memiliki tanggung jawab dalam membentuk pola hidup suatu masyarakat.
Shanghai Oriental Art Center (architect : Paul Andreu)
Secara
makro, arsitek dengan karya arsitekturnya dapat memberikan nilai
edukasi yang luar biasa bagi masyarakat. Saat ini, isu green
architecture dan sustainable architecture menjadi senjata dari dunia
arsitektur dalam merespon masalah global yang sedang melanda bumi ini.
Green and sustainable architecture mengajak elemen masyarakat untuk
terlibat secara fisik dalam mengelola arsitekturnya menjadi sesuatu yang
ramah dan peduli terhadap lingkungan. Di beberapa negara, seperti US,
Japan, Australia, UK; terdapat sertifikasi nilai “hijau” bangunan
terhadap lingkungan-nya. Di US, terkenal sistem LEED (The Leadership in
Energy and Environmental Design), di Japan ada CASBEE (Comprehensive
Assessment System for Building Environmental Efficiency, dan di
Australia ada Green Star. Dengan metode-metode khusus, hasil yang mereka
keluarkan adalah nilai atau grade untuk sebuah bangunan, seperti
platinum, level 5 dan sejenisnya. Adanya sertifikasi ini menuntut
arsitek untuk berfikir cerdas dan bijak dalam mengelola potensinya guna
menghasilkan bangunan yang cantik, baik secara fisik maupun dalam
kaitannya sebagai part of nature.
Selain bisa memberikan dampak lingkungan
yang positif, ternyata arsitektur yang tepat dapat memberikan effect
ekonomi yang bagus untuk sebuah negara. Salah satu contoh karya
arsitektur yang berhasil memasuki ranah ekonomi suatu daerah adalah
Museum Guggenheim di Kota Bilbao, Spanyol, rancangan arsitek ternama
Frank O. Gehry. Pada awal tahun 90-an, Kota Bilbao mengalami kemandekan
ekonomi dan tingkat pengangguran yang cukup tinggi (di atas 20 persen).
Di tahun 1993, pemerintah Kota Bilbao menghasilkan sebuah blue print
yang bertujuan untuk redevelopment kota Bilbao. Untuk mensukseskan blue
print tersebut, dibangunlah beberapa bangunan (dengan menggunakan jasa
arsitek ternama) untuk mengubah citra kota, dimana salah satunya adalah
Museum Guggenheim. Museum yang memiliki desain sangat unik ini, ternyata
banyak mendapatkan kritikan di awal masa pembangunan akibat
menghabiskan terlalu banyak dana (mencapai 100 juta US$). Namun kini,
Museum Guggenheim ini berhasil menciptakan “Bilbao effect”, dimana
banyak wisatawan dari berbagai belahan dunia datang ke Bilbao untuk
mengunjungi Museum ini. Sampai tahun 2005, Museum ini telah dikunjungi
lebih dari 8 juta wisatawan dan akibatnya, pada tahun ke-3, investasi
musem ini telah mencapai break-even point (Djoko Hartanto, 2006).
Beijing National "Bird's Nest" Stadium
Hal serupa juga terjadi pada Sydney
Opera House (karya arsitek Jorn Utzon) dan Olympic’s Beijing Stadium
(karya arsitek Jacques Herzog & Pierre De Meuron). Desain arsitektur
yang eye-catching, unik dan kreatif ini bisa membangkitkan sektor
tourism sebagai katalisator ekonomi. Ketika saya berkunjung ke Beijing,
hanya ada 2 tempat yang saya rasa harus saya datangi; yaitu Great Wall
Beijing dan Olympic’s Beijing Stadium, atau lebih dikenal Bird’s nest.
Great Wall merupakan sebuah keindahan dan keajaiban dunia yang memang
harus didatangi ketika berkunjung ke negeri panda ini dan Bird’s Nest
merupakan sebuah keajaiban teknologi baru di dunia arsitektur dan
struktur; sehingga menjadi wajib hukumnya untuk dikunjungi. Itulah
pengaruh luar biasa dari arsitektur. Arsitektur tidak hanya memberikan
wajah untuk sebuah kota, tetapi dapat memberikan kontribusi yang positif
terhadap kemakmuran suatu negara.
Memang semua orang memiliki potensi
untuk merancang rumahnya sendiri. Setiap orang (non-arsitek) berhak
untuk merancang dan menentukan langgam untuk rumahnya sendiri. Namun,
kehadiran seorang arsitek tetap dibutuhkan dan tak kan tergantikan.
Arsitek hadir bukan sebagai juru gambar. Artikulasi bahasa arsitek
tertuang dalam ide-ide. Sebuah rumah yang cantik secara fisik, sebuah
rumah yang sopan terhadap lingkungan, sebuah rumah yang kokoh, dan
sebuah rumah yang berdiri di atas ketentuan kota yang tepat, adalah
ranah tanggung jawab arsitek. Arsitek tidak hanya berkata dalam lisan,
tetapi berkata dalam karya
contoh arsitektur gagal
Karya arsitektur dapat dikatakan berhasil apabila dapat diwujudkan dalam
bentuk yang nyata. Namun ketika desain tersebut hanya berupa gambar dan
tidak diwujudkna dalam kehidupan ataupun di bangunan sangatlah tidak
berarti apa-apa, bias dikatakan itu hanya berupa arsip dan koleksi
gambar.
Inilah beberapa karya arsitektur yang memiliki desain yang sangat
mengagumkan namun tidak dapat diaplikasikan ke kehidupan nyata.
1. Beacon of Progress Designed around 1891 for Chicago Illinois
Rencananya adalah sebuah menara batu setinggi 457 meter di Jackson Park,
Chicago. Design yang memenangkan penghargaan ini dikemukakan oleh
Professor MIT Désiré Despradelle, seorang Prancis. Dengan lebih banyak
dukungan dana, bangunan ini bisa jadi bangunan buatan manusia tertinggi
di dunia saat itu.
2. Hotel Attraction Designed in 1908 for New York City
Hotel
Attraction maunya menjadi gedung tertinggi di New York pada saat itu.
Didesign oleh Antoni Gaudi, tinggilnya adalah 360 meter, dan tampaknya
sangat tak mungkin pada waktu itu. Sedikit sekali fakta yang diketahui
tentang proyek ini sampai ketika tahun 1956, sebuah buku berjudul “The
NEw World Called Gaudi” diterbitkan. Tidak jelas mengapa proyek ini
dihentikan.
3. Tatlin’s Tower Designed around 1917 for St. Petersburg Russia
Tatlin’s Tower kalau jadi dibangun, akan membuat Eiffel Tower terkesan
mini. Rencananya, bangunan ini terbuat dari besi, kaca, dan baja. Menara
ini tadinya akan dijadikan simbol modernitas. Bentuk utama menara ini
adalah twin helix yang naik secara spiral sampai tinggi 400m, dimana
orang2 bisa ditransportasikan ke atas, melalui jalur itu.
4. Ville Contemporaine Designed in 1922 for Paris France
The Ville Contemporaine tadinya hendak dijadikan tempat tinggal bagi 3
juta penduduk. Ville ini dikemukakan oleh arsitek Swiss-Prancis Le
Corbusier. Bagian tengah bangunan ini direncanakan adalah sekelompok
pencakar langit 60 tingkat yang dibangun dengan logam baja dan
diselubungi oleh dinding kaca. Digunakan untuk kantor dan apartemen.
Tidak jelas mengapa proyek ini dihentikan.
5. Volkshalle (The Great Dome) Designed around 1930 for Berlin Germany
The Volkshalle (People’s Hall) adalah sebuah bangunan monumental yang
direncanakan oleh Adolf Hitler dan arsiteknya Albert Speer. Ia tadinya
akan menjadi bangunan paling impresif dan penting di Berlin, sebagai
tanda kehebatan Hitler. Untungnya, bangunan ini tidak jadi didirikan
karena perang.
6. Palace of Soviets Designed in 1933 for Moscow Soviet Union
Jika Palace of Soviets jadi dibangun, ia akan menjadi struktur tertinggi
di dunia. Konstruksi yang dipelopori oleh Boris Iofan’s ini sebenarnya
sudah dimulai di tahun 1937 dan diberhentikan karena invasi Jerman.
Tahun 1942, bahan besi nya digunakan untuk membuat jembatan.
7. The Illinois Designed in 1956 for Chicago Illinois
The Illinois tadinya akan menjadi pencakar langit setinggi 1.609 meter
yang divisikan oleh Frank Lloyd Wright. Wright percaya bahwa bangunan
ini mungkin dibuat, pada waktu itu. Design nya terdiri dari 528 tingkat,
dengan luas daerah kotor 18,46 kaki persegi. Masalah yang timbul adalah
ruang yang diperlukan untuk mendirikan pencakar langit itu kurang, dan
terbatasnya lift (elevator) yang diperlukan. Hal itulah yang akhirnya
menggagalkan proyek ini.
8. Ultima Tower Designed in 1991 for San Francisco California
Design ini tampaknya sungguh tidak mungkin (liat saja ilustrasi
proyeknya diatas), tapi sebaliknya, sangat keren jika bisa dibuat.
Arsitek Eugene Tsui mendapat ide bangunan ini dari hasil belajarnya di
San Fransisco. Struktur ini akan menggunakan energi hasil konversi
energi atmosferik dengan cara mengubah energi yang dihasilkan perbedaan
tekanan udara dari atas dan bawah bangunan ini menjadi energi listrik.
Bangunan ini memiliki 500 lantai (2 mil tingginya) dan diharapkan
menjadi tempat tinggal sekitar 1 juta penduduk.
9. Fourth Grace / The Cloud Designed in 2002 for Liverpool England
Walaupun banyak orang yang menganggap kalau Fourth Grace adalah proposal
terjelek, Arsitek Will Alsop memenangkan penghargaan design untuk
proyek yang dinamakannya “The Cloud” ini. Proyek ini diberhentikan
karena masalah dana yang membludak untuk membangun design spiral yang
mahal. Fourth Grace didesign untuk kantor, 107 kamar hotel, dan 50000 sq
ft fasilitas termasuk bar, restaurant, dan gallery.
10. Shimizu Mega-City Pyramid Designed in 2004 for Tokyo Japan
The Shimizu Mega-City Pyramid adalah sebuah piramid buatan raksasa di
Tokyo Bay, Jepang. Struktur itu 12 kali lebih tinggi dari Piramid Giza,
dan mampu menampung 750.000 manusia. Itu akan menjadi hasil bangunan
manusia yang terbesar sepanjang sejarah. Piramid ini sebenarnya dibangun
dengan 55 piramid yang lebih kecil dan saling ditumpuk. Masing2 piramid
kecil ini besarnya sebanding dengan Luxor Hotel di Las Vegas. Alasan
proyek ini tak bisa dibangun adalah karena design mega piramid ini
tergantung akan material canggih yang ringan namun sungguh kuat, yang
pada saat itu masih belum ada
referensi http://www.girinarasoma.com/arsitek-berkata-dalam-karya/
http://arsitekturbergoyang.blogspot.com/2013/05/konsep-dari-karya-arsitektur-
yang-gagal.html
yang-gagal.html









1xbet korean football betting - legalbet.co.kr
BalasHapus1xbet korean football betting worrione - legalbet.co.kr. Get your football 1xbet korean tips with legalbet.co.kr and get your bonus. septcasino 1xbet korean football betting.