PERBEDAAN
HUBUNGAN FUNGSIONAL DAN HUBUNGAN KONTRAK KERJASAMA ANTARA PIHAK PIHAK YANG
TERLIBAT PROYEK PEMBANGUNAN
Menurut Ervianto (2005) terdapat hubungan antara
pihak-pihak yang terlibat dalam suatu proyek, yang pada umumnya dibedakan atas
hubungan fungsional, yaitu pola hubungan yang berkaitan dengan fungsi dari
pihak-pihak tersebut dan juga hubungan kerja formal, yaitu pola hubungan yang
berkaitan dengan kerjasama antara pihak-pihak yang terlibat dalam proyek
konstruksi yang dikukuhkan dengan suatu dokumen kontrak. Secara fungsional
terdapat 3pihak yang sangat berperan dalam suatu proyek konstruksi, yaitu pihak
pemilik proyek, pihak konsultan dan pihak kontraktor.
ORGANISASI
Bentuk organisasi akan terlihat dalam struktur
organisasi. Secara fisik struktur organisasi dapat dinyatakan dalam bentuk
gambaran grafik (bagan) yang memperlihatkan hubungan unit-unit organisasi dan
garis wewenang yang ada, bagan ini merupakan suatu hasil keputusan tentang
struktur organisasi yang bersangkutan yang sesuai dengan hubungan fungsi-fungsi
dan hubungan-hubungan kontraktual, dll yang menyatakan keseluruhan kegiatan
untuk mencapai suatu sasaran.Bagan biasanya disusun secara piramida, di bagian
atas menyempit sedangkan bagian bawah melebar. Bagan tersebut memperlihatkan
tingkatan-tingkatan yang ada dalam organisasi dan pendelegasian wewenang
digambarkan dengan garis lurus dan koordinasi pekerjaan digambarkan dengan
garis putus-putus. Beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dari penggunaan
bagan organisasi, adalah:
1.Bagan organisasi dapat memperlihatkan karakteristik utama dari organisasi yang bersangkutan.
2.Bagan organisasi dapat memperlihatkan gambaran pekerjaan dan hubungan-hubungan yang ada dalam organisasi.
3.Bagan organisasi dapat digunakan untuk merumuskan rencana kerja yang ideal sebagai pedoman untuk dapat mengetahui siapa bawahan dan siapa atasan.
1.Bagan organisasi dapat memperlihatkan karakteristik utama dari organisasi yang bersangkutan.
2.Bagan organisasi dapat memperlihatkan gambaran pekerjaan dan hubungan-hubungan yang ada dalam organisasi.
3.Bagan organisasi dapat digunakan untuk merumuskan rencana kerja yang ideal sebagai pedoman untuk dapat mengetahui siapa bawahan dan siapa atasan.
PEMBENTUKAN ORGANISASI PROYEK
Organisasi proyek perlu dibentuk misalnya oleh
pemilik (owner), konsultan atau kontraktor. Pada umumnya owner menentukan dalam
menyusun serangkaian kebijaksanaan dan memilih bentuk organisasi provek yang
tepat untuk mengelola proyek.
Hal yang perlu diidentifikasikan saat pembentukan
organisasi proyek .
·Tahapan proyek yangdiberlakukan pada organisasi atau proyek
·Penetapan pihak-pihak yang terlibat secara fungsional dalam organisasi proyek, yaitu bagaimana hubungan antar pihak-pihak yang terlibat dan kapan (bilamana) keterlibatan pihak-pihak tersebut
·Disamping penetapan organisasi proyek, manajemen puncak juga akan mempengaruhibentuk organisasi manajemen proyek yang digunakan.Hubungan antara satu pihak dengan pihak yang lain dalam satu bagan organisasi dapat terdiri dari 2 hubungan kerja yaitu :
1.Hubungan Fungsional
Hubungan fungsional adalah hubungan sesuai fungsi masing-masing pihak yang terlibat dalam proyek, seperti hubungan antara konsultan perencana dan kontraktor. Misalnya ada tahap disain dimana konsultan perencana berfungsi sebagai perencana, kontraktor belum berfungsi. Demikian pula sebaliknya pada saat kontraktor berfungsi sebagai pelaksana konstruksi konsultan perencana sudah tidak berfungsi. Bila pada saat Pelaksanaan konstruksi terdapat masalah yang berkaitan dengan perencanaan, penyelesaian masalah tergantung hubungan kerjasama (kontrak) antara pemilik dengan konsultan perencana dan kontraktor.
·Tahapan proyek yangdiberlakukan pada organisasi atau proyek
·Penetapan pihak-pihak yang terlibat secara fungsional dalam organisasi proyek, yaitu bagaimana hubungan antar pihak-pihak yang terlibat dan kapan (bilamana) keterlibatan pihak-pihak tersebut
·Disamping penetapan organisasi proyek, manajemen puncak juga akan mempengaruhibentuk organisasi manajemen proyek yang digunakan.Hubungan antara satu pihak dengan pihak yang lain dalam satu bagan organisasi dapat terdiri dari 2 hubungan kerja yaitu :
1.Hubungan Fungsional
Hubungan fungsional adalah hubungan sesuai fungsi masing-masing pihak yang terlibat dalam proyek, seperti hubungan antara konsultan perencana dan kontraktor. Misalnya ada tahap disain dimana konsultan perencana berfungsi sebagai perencana, kontraktor belum berfungsi. Demikian pula sebaliknya pada saat kontraktor berfungsi sebagai pelaksana konstruksi konsultan perencana sudah tidak berfungsi. Bila pada saat Pelaksanaan konstruksi terdapat masalah yang berkaitan dengan perencanaan, penyelesaian masalah tergantung hubungan kerjasama (kontrak) antara pemilik dengan konsultan perencana dan kontraktor.
Ciri utama organisasi fungsional adalah memiliki
strukturpiramida dengan konsep otoritas dan hirarki vertikal dengan sifat-sifat
berikut:
Prinsip komando tunggal di mana masing-masing personil hanya memiliki satu
atasan.
Setiap personil mempunyai wewenang dan tanggungjawab yang jelas.
Arus informasi dan pelaporan bersifat vertikal.
Hubungan kerja horizontal diatur dengan prosedur kerja, kebijakan, dan petunjuk pelaksanaan.
Mekanisme koordinasi antarunit, bila diperlukan, dilakukan dengan rapat-rapat atau membentuk panitia perwakilan.
Setiap personil mempunyai wewenang dan tanggungjawab yang jelas.
Arus informasi dan pelaporan bersifat vertikal.
Hubungan kerja horizontal diatur dengan prosedur kerja, kebijakan, dan petunjuk pelaksanaan.
Mekanisme koordinasi antarunit, bila diperlukan, dilakukan dengan rapat-rapat atau membentuk panitia perwakilan.
Kelebihan
dari organisasi fungsional antara lain:
Memudahkan pengawasan karena setiap personil hanya
melapor
kepada satu atasan
Adanya potensi untuk meningkatkan keterampilan dan
keahlian
untuk menjadi spesialis di bidangnya.
Konsentrasi perhatian personil terpusat pada sasaran
bidang yang
bersangkutan.
Penggunaan sumber daya yang lebih efisien sebgai
akibat
pekerjaan yang sejenis dan berulang-ulang.
Memudahkan pengendalian kinerja personil serta
pengendalian
mutu, waktu, dan biaya.
Kesulitan
yang dihadapi oleh organisasi fungsional
antara lain:
Cenderung memprioritaskan kinerja dan keluaran dari
masing-masing
bidang. Hal ini dapat mengurangi
perhatian
perusahaan terhadap tujuan secara
menyeluruh.
Tidak ada pihak yang benar-benar bertanggung jawab
atas proyek
secara keseluruhan.
Semakin besar organisasi, semakin panjang prosedur
pengambilan
keputusan .
Sulit mengkoordinasikan dan mengintegrasikan
pekerjaaan
yang multidisiplin dan melibatkan banyak
pihak di
luar organisasi.
Kurangnya jalur komunikasi horizontal.
Pada
organisasi proyek fungsional, lingkup kegiatan
proyek
diserahkan kepada salah satu departemen dan
menjadi
bagian atau tambahan dari kegiatan fungsinal
yang ada
serta dipimpin oleh manajer lini yang telah
ada.
Organisasi ini banyak dijumpai pada perusahaan yang
telah
memliki organisasi fungsional untuk mengelola
usahanya
sehari-hari dan baru kemudian harus
menangani
kegiatan baru yang berupa proyek.
Untuk proyek yang tidak terlalu besar dan jenis
kegiatannya
masih daat dilakukan oleh salah satu
bidang
fungsionalnya,penggunaan organisasi ini cukup
baik.
Struktur organisasi jenis ini kurang efektif untuk
menangani
proyek besar dan kompleks.
2.Hubungan Kontrak
Hubungan kerjasama (kontrak) adalah hubungan berdasarkan kontrak antara 2 pihak atau lebih yang terlibat kerjasama.Kontrak merupakan kesepakatan (perjanjian) secara sukarela antara 2 pihak yang mempunyai kekuatan hukum. Kesepakatan ini dicapai setelah satu pihak penerima penawaran yang diajukan oleh pihak lain untuk melakukan sesuatu sebagaimana yang tercantum dalam penawaran.
Casino City in San Jose, CA - MapYRO
BalasHapusGet directions, reviews and information 안동 출장마사지 for Casino 포천 출장안마 City in 포항 출장샵 San 상주 출장샵 Jose, CA. All rooms include a casino and a sports book, 충청남도 출장안마 both indoor and outdoor