ARSITEKTUR POST MODERN DAN ARSITEKTUR MODERN (COMPARING)
KRITIK ARSITEKTUR
1. Self critismSelf critism adalah salah satu metode untuk mengkritisi suatu karya/objek punya kita sendiri dan dikritisi oleh diri kita sendiri. Hal ini bisa dilakukan jika diri kita mempunyai perspektif berbeda di dalam otak atau pikiran kita. Bisa dikatakan bahwa self critism ini membuat kita untuk berfikir menjadi orang lain. Dalam proses berfikir self critism, dalam otak kita harus berfikir menjadi 2 sudut pandang pribadi yaitu pikiran positif menjelaskan tentang apa yang harus diperbaiki dan ada pikiran negative menjelaskan rasa takut kemudian memperbaikinya.2. Authority critismAuthority critism adalah salah satu metode untuk mengkritisi suatu karya/objek oleh orang yang mempunyai wewenang. Seperti dari pihak pemerintah yang mengkritisi. Dalam prosesnya terdapat hirarki antara individu dengan pihak berwenang.
3. Expert critismExpert critism adalah salah satu metode untuk mengkritisi suatu karya/objek oleh orang yang mempunyai keahlian dibidangnya sehingga ia memliki hak untuk mengkritisi karena keahlian dan pengalamannya. Contohnya seperti juri yang mengritisi hasil karya.
4. Peer critismPeer critism adalah salah satu metode untuk mengkritisi suatu karya/objek oleh suatu kelompok ke kelompok lainnya.
5. Layman critismLayman critism adalah salah satu metode untuk mengkritisi suatu karya/objek oleh masyarakat awam. Kritik yang dikeluarkan lebih jujur karena kritik dikeluarkan dengan spontan dan menurut pikiran sendiri.
ARSITEKTUR MODERN
Location
| Mill Run, Pennsylvania | |
| Nearest city | Uniontown |
| Coordinates | 39°54′22″N 79°28′5″WCoordinates: 39°54′22″N 79°28′5″W |
| Built | 1936–1939 |
| Architect | Frank Lloyd Wright |
| Architectural style | Modern architecture |
Self critism
kesan sederhana terdapat mulai di pintu masuk utama yang hanya di tandai dengan sebuah tiang batu, berlanjut ke bangunan pengelola museum yang di dominasi dengan bahan kayu, jalan setapak dan berujung pada falling water yang berdiri di bantaran sungai berbatu dengan sebuah air terjun kecil di depannya. Berdiri di hamparan hutan Oak dan Maple menjadi sebuah kesan harmoni tersendiri antara bangunan ddengan alam.
Falling Water dibangun dengan konsep
desain yang tidak lazim pada saat itu, dimana F.L. Wright (yang
banyak dipengaruhi budaya jepang) berusaha menghadirkan sebuah karya
arsitektur dengan pendekatan konsep dengan alam, sangat kontras
dengan arsitektur modern yang cenderung sinkron dengan lingkungan.
Pemilihan lahan secara tepat dan bahan secara apik menyiratkan
kesederhanaan dan penghargaan terhadap alam sekitar.
layman critism
Diambil dari quarry
di sekitar lokasi dengan pemilihan struktur yang didominasi sistem
cantilever(overhang) berbahan utama beton bertulang secara sepintas
tampak biasa saja, namun kalau dilihat lebih detail menunjukkan bahwa
falling water dibangun dengan sistem struktur yang rumit dan sangat
detail. Masuk kedalam bangunan,akan tampak tonjolan bebatuan asli
berukuran besar yang menunjukkan bahwa bangunan didirikan sangat
menyatu dengan alam dalam arti yang sebenarnya dimana sangat sedikit
dari bebatuan tebing sungai yang dirubah struktur aslinya. Banyak
bukaan yang pada dinding dan atap juga menunjukkan konsep hemat
energi (cahaya dan panas) yang sekarang ini menjadi isu global.
Berada di kawasan terpencil yang cenderung middle of nowhere.
BANGUNAN POST MODERN
Nama proyek :
Portland Municipal Service Building
Pemilik Bangunan : City of Portland, Bureau of General Services
Lokasi :
Portland
Arsitek :
Micheal Graves, Emiry Roth and Sons
Tahun :
1982
Biaya Pembangunan : US$29 Juta
Tipe Bangunan :
Municipal/Pemerintahan
EXPERT CRITISM
Tampilan khas
Michael Graves pada Portland Building berupa dengan
penggunaan dari berbagai bahan yang bertekstur dan warna,
jendela dengan ukuran yang kecil, dan penyertaan
dekoratif yang berkembang
dan menonjol sehingga menghadirkan sebuah visualisasi yang
sangat kontras dengan gaya
arsitektur yang paling umum digunakan untuk bangunan kantor pada saat itu. Dengan faktor-faktor tersebut yang membuat bangunan ini menjadi salah satu
ikon arsitektur post-modern. Bangunan ini merupakan bangunan besar yang pertama dengan gaya arsitektur post-modern. Desain
digambarkan sebagai penolakan terhadap prinsip-prinsip modernis didirikan pada
awal abad ke-20.
AUTHORITY CRITISM
Walikota Portland yaitu Frank Ivancie berpendapat bahwa
gaya modernis kemudian diterapkan untuk sebagian besar pada bangunan kantor mulai membuat beberapa kota di Amerika menjadi pusat-pusat kota terlihat “membosankan”,
sebagian besar gedung-gedung yang tertutupi oleh
kaca dan baja. Sangat kurang terdapat fitur desain
yang akan membuat mereka menonjol
c
Tidak ada komentar:
Posting Komentar